Tiga Langkah Sederhana Menghentikan Kebiasaan Mengunyah Es Batu
- 27 Mar 2026 10:28 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Kebiasaan mengunyah es batu atau pagophagia yang kerap dianggap sepele ternyata memerlukan penanganan yang tepat agar tidak berdampak pada kerusakan gigi permanen. Para pakar kesehatan kini mulai menyosialisasikan langkah-langkah praktis bagi masyarakat untuk memutus rantai kebiasaan yang sering kali menjadi indikasi adanya masalah nutrisi tersebut.
Dokter gigi muda, Delima Serena, menjelaskan bahwa langkah pertama yang paling efektif adalah melakukan substitusi atau penggantian tekstur. Ia menyarankan masyarakat untuk mengganti es batu dengan camilan sehat yang memiliki sensasi renyah serupa namun lebih lunak, seperti potongan apel dingin atau wortel mentah.
"Substitusi ini bertujuan untuk memenuhi keinginan psikologis akan tekstur 'kriuk' tanpa mengorbankan email gigi. Buah-buahan dingin memberikan sensasi segar sekaligus nutrisi yang tidak dimiliki oleh es batu," ujar Delima melalui sambungan telepon pada program acara SPADA di Pro 2 RRI Sibolga pada Senin, 23 Maret 2026.
Langkah kedua yang bersifat medis adalah melakukan pemeriksaan kadar zat besi ke fasilitas kesehatan. Delima mengungkapkan bahwa keinginan mengunyah es sering kali akan hilang dengan sendirinya apabila kondisi anemia defisiensi besi pada pasien telah tertangani melalui suplemen atau perbaikan pola makan sesuai anjuran dokter.
"Banyak kasus pagophagia berhenti total setelah pasien memperbaiki kadar hemoglobin mereka. Jadi, alih-alih hanya dipaksa berhenti, kita harus memastikan apakah ada alarm kekurangan gizi yang sedang dibunyikan oleh tubuh," ujarnya.
Sebagai langkah ketiga, Delima menekankan pentingnya modifikasi gaya hidup dengan mulai membiasakan konsumsi air minum tanpa bongkahan. “Penggunaan air dingin biasa atau air suhu ruang untuk mengurangi ketersediaan objek kunyah di dalam gelas, sehingga dorongan untuk menggigit es batu dapat diredam secara perlahan,”tambahnya.
Ia juga menambahkan bahwa jika langkah-langkah mandiri tersebut belum membuahkan hasil, bantuan profesional dari psikolog atau dokter spesialis kedokteran jiwa mungkin diperlukan.Hal ini terutama berlaku jika pagophagia sudah masuk ke ranah gangguan perilaku pica yang bersifat kompulsif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....