Alasan Musik Bising Jarang Tembus Siaran Radio
- 25 Jun 2025 09:16 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga: Musik dengan karakter bising seperti metal ekstrem atau punk keras jarang dimasukkan ke dalam playlist harian Pro2 RRI Sibolga. Alasannya, jenis musik tersebut dinilai kurang sesuai dengan karakter suasana dengar publik. Hal ini disampaikan oleh Jhony Sihombing, Music Director (MD) Pro2, saat menjelaskan proses kurasi lagu harian di RRI, Selasa (24/6/2025).
Menurut Jhony, musik dengan intensitas suara tinggi atau ketukan cepat berlebihan cenderung menimbulkan rasa lelah dan kurang cocok untuk waktu dengar santai. "Radio bukan hanya hiburan, tapi juga teman bagi aktivitas sehari-hari. Musik yang terlalu keras bisa mengganggu konsentrasi pendengar," jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa musik seperti itu sering digunakan sebagai ekspresi emosional atau protes sosial, yang meskipun sah secara artistik, belum tentu bisa dipahami atau diterima semua kalangan. “Pendengar radio kita itu beragam. Kita harus menghindari konten yang bisa menimbulkan salah tafsir atau keresahan,” katanya.
Jhony menyatakan bahwa tidak semua musik keras itu buruk, hanya saja perlu kanal dan konteks yang tepat. "Ada komunitas pecinta metal di Sibolga, dan mereka punya ruang tersendiri, tapi bukan berarti harus selalu ditayangkan di frekuensi publik."
Dari sisi teknis, ia menjelaskan bahwa musik keras sering kali memiliki mixing suara yang kurang optimal untuk siaran udara. Frekuensinya bisa bertabrakan dengan efek noise, sehingga malah tidak nyaman didengar melalui radio konvensional.
Jhony menutup dengan menyampaikan bahwa Pro1 dan Pro2 RRI Sibolga tetap membuka ruang bagi eksplorasi genre, tapi dengan pendekatan yang selektif. “Kami bisa menayangkan versi akustik, remix ringan, atau edisi radio-friendly dari lagu keras, selama tetap memenuhi kaidah siaran publik,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....