Kekuatan Musik Satukan Umat Lintas budaya dan Generasi
- 24 Jun 2025 18:46 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga: Setiap musisi baik profesional maupun amatir diharapkan dapat turun ke jalanan, taman, stasiun, atau ruang publik dan berbagi musik secara gratis kepada siapa pun yang lewat. Konsep ini dikenal sebagai Fête de la Musique, berarti “festival musik.
"Dari sanalah Hari Musik Sedunia lahir. Dalam waktu singkat, ide ini menyebar ke berbagai negara di Eropa dan kemudian ke seluruh dunia. Saat ini, lebih dari 120 negara dan ratusan kota merayakan Hari Musik Sedunia setiap tahunnya," beber Rizky, eks personil Band amatiran di Kota Sibolga, saat program Sibolga Malam Ini Pro1 RRI Sibolga pada Sabtu (21/6/2025).
"Setiap tahun, tepat pada 21 Juni, dunia memperingati Hari Musik Sedunia atau dikenal secara internasional sebagai World Music Day. Peringatan ini bukan sekadar selebrasi atas seni musik, melainkan pengakuan global terhadap kekuatan musik jadi bahasa universal mampu menyatukan umat manusia lintas budaya, bahasa, dan generasi," lanjutnya.
Catatan sejarah kata Rizky, hari Musik Sedunia pertama kali dicetuskan pada 1982 di Prancis. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan manusia sejak zaman prasejarah.
"Dari alat musik sederhana terbuat dari tulang hingga teknologi digital masa kini, musik terus berkembang, menyesuaikan diri dengan zamannya. Dalam banyak budaya, musik digunakan dalam ritual keagamaan, perayaan, bahkan protes sosial," jelas Rizky.
"Musik bisa menjadi bentuk pelarian, alat perjuangan, atau cermin dari realitas, hadir di saat suka maupun duka, menemani langkah manusia dalam perjalanan hidupnya. Di era digital saat ini, musik semakin mudah diakses, dan platform streaming memungkinkan siapa pun untuk mendengarkan lagu dari berbagai penjuru dunia hanya dengan satu klik, memperkaya wawasan musik masyarakat dan membuka ruang kolaborasi lintas budaya," tambahnya.
Rizky tak memungkiri perkembangan ini juga membawa tantangan seperti isu hak cipta, penghargaan terhadap musisi lokal, dan homogenisasi selera musik. Karena itu, Hari Musik Sedunia juga menjadi ajakan untuk lebih menghargai karya orisinal, mendukung musisi independen serta menjaga keberagaman musik tradisional agar tidak punah," kata Rizky.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....