Musik Keroncong, Fleksibilitas Irama yang Tetap Berakar pada Tradisi
- 19 Feb 2025 16:47 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga : Keroncong adalah salah satu genre musik yang telah melewati berbagai zaman di Indonesia. Fleksibilitasnya menjadikan musik ini tidak hanya dapat berdiri sendiri sebagai irama keroncong, tetapi juga dapat berpadu dengan berbagai jenis musik lainnya.
Menurut sumber dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), musik keroncong memiliki kemampuan unik untuk beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya. Irama khas yang ditandai dengan instrumen seperti ukulele, gitar, dan cello ini dapat berdiri sendiri sebagai musik keroncong murni, namun juga dapat berpadu dengan genre lain seperti pop, jazz, hingga musik orkestra.
Hal serupa juga dijelaskan oleh Tuhari seorang seniman Jawa dan Musik keroncong Pujakesuma Tapanuli Tengah diacara Mozaik Indonesia (Musik Keroncong) Pro 1, Selasa (18/2/2025), “Keroncong memiliki pola ritmis dan harmonisasi yang khas. Namun, dengan sedikit sentuhan kreativitas, keroncong bisa diaransemen ulang tanpa kehilangan esensinya. Inilah yang membuat musik ini tetap hidup hingga sekarang.”
Fleksibilitas musik keroncong sudah terlihat sejak era kolonial, ketika musik ini dipengaruhi oleh budaya Portugis dan berkembang menjadi musik yang diterima luas di Nusantara. Dalam perkembangannya, muncul berbagai sub genre seperti Keroncong Asli, Langgam Jawa, hingga Campursari yang menggabungkan unsur musik daerah.
“Saat ini, musisi muda Indonesia terus mengeksplorasi kemungkinan baru dalam musik keroncong, mulai dari kolaborasi dengan instrumen modern hingga memasukkan unsur musik elektronik. Upaya ini menjadi bentuk pelestarian sekaligus inovasi agar musik keroncong tetap relevan bagi generasi muda,” kata Tuhari.
Sebagai warisan budaya yang kaya, musik keroncong tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga cerminan perjalanan budaya Indonesia yang dinamis dan terus berkembang serta harus terus dilestarikan oleh masyarakat Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....