Musik Keroncong Tetap Bertahan di Era Digital

  • 20 Jan 2025 10:52 WIB
  •  Sibolga

KBRN, Sibolga : Musik keroncong, salah satu warisan budaya Indonesia, terus menunjukkan eksistensinya di tengah gempuran modernisasi dan perkembangan musik digital. Sebagai salah satu genre musik tradisional yang kental dengan nuansa melodi khas, keroncong menghadapi tantangan besar untuk tetap relevan di kalangan generasi muda yang kini lebih akrab dengan musik populer.

Menurut data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi kemdikbud.go.id, keroncong masih menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia. “Keroncong bukan sekadar musik, melainkan warisan yang merepresentasikan perjalanan sejarah dan identitas bangsa. Penting bagi kita untuk melestarikannya.”

Mujito, seorang musisi yang masih setia melestarikan musik keroncong yang hampir punah di kota Sibolga pada saat Budaya Negeri (Irama Keroncong), Minggu (19/1/2025), mengatakan “Salah satu langkah pelestarian yang digalakkan adalah dengan menghadirkan keroncong dalam berbagai platform digital, seperti YouTube, Spotify, dan aplikasi musik lainnya. Hal ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak pendengar, khususnya generasi muda. Kita juga harus berupaya agar keroncong bisa diterima lintas generasi dengan tetap mempertahankan keaslian melodi dan instrumen tradisionalnya, seperti ukulele, cak, dan suling.”

Di sisi lain, berbagai festival musik keroncong juga menjadi salah satu strategi efektif untuk mempopulerkan genre ini. Salah satu contoh adalah Festival Keroncong Nusantara yang rutin diadakan di beberapa kota besar, menampilkan kolaborasi antara musisi keroncong senior dan generasi muda.

Namun, tantangan terbesar tetap pada perubahan selera musik masyarakat. Banyak anak muda menganggap keroncong sebagai musik yang kuno dan kurang relevan dengan zaman sekarang. Untuk itu, Kemdikbud mendorong inovasi melalui kolaborasi antara keroncong dan genre modern seperti pop dan jazz. “Kolaborasi ini adalah upaya untuk memperkenalkan keroncong dalam kemasan baru tanpa menghilangkan esensi tradisionalnya,” kata Mujito.

Selain itu, kurikulum pendidikan seni di sekolah juga mulai memasukkan materi tentang keroncong agar siswa lebih mengenal dan menghargai warisan budaya ini. Melalui pendekatan edukatif, generasi muda diharapkan dapat memahami bahwa musik tradisional seperti keroncong memiliki nilai estetika dan sejarah yang tak ternilai.

Keroncong adalah identitas budaya Indonesia yang kaya akan makna historis dan nilai seni. Dengan berbagai upaya pelestarian dan inovasi, keroncong tetap memiliki peluang besar untuk terus bertahan dan berkembang, membuktikan bahwa tradisi dapat berdampingan dengan modernisasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....