Asal Muasal Gaya Bernyanyi dengan Metode Scream

  • 17 Jan 2025 14:10 WIB
  •  Sibolga

KBRN, Sibolga: Gaya bernyanyi scream, yang ditandai dengan vokal yang kasar, serak, dan terkesan "berteriak," telah menjadi ciri khas dalam berbagai genre musik, terutama metal, hardcore punk, dan beberapa subgenre rock lainnya. Namun, dari manakah sebenarnya gaya bernyanyi ini berasal?

Dirangkum dari laman Wikipedia, meskipun scream modern sering dikaitkan dengan musik metal, akarnya dapat ditelusuri kembali ke musik blues dan rock and roll awal. Beberapa musisi blues dan rock and roll, seperti Howlin' Wolf dan Little Richard, menggunakan teknik vokal yang kasar dan penuh emosi yang menjadi cikal bakal scream. Mereka menggunakan suara serak dan teriakan untuk menyampaikan intensitas dan emosi dalam lagu-lagu mereka.

Pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, musik punk dan hardcore punk muncul sebagai bentuk pemberontakan terhadap musik rock yang lebih mainstream. Band-band punk dan hardcore sering menggunakan vokal yang berteriak dan agresif untuk menyampaikan pesan-pesan sosial dan politik mereka. Gaya vokal ini kemudian memengaruhi perkembangan musik metal.

Musik metal, khususnya subgenre seperti thrash metal, death metal, dan black metal, menjadi wadah utama bagi perkembangan scream. Band-band metal mulai menggunakan teknik vokal yang lebih ekstrem, seperti growl dan shriek, yang merupakan variasi dari scream. Vokalis seperti Chuck Schuldiner dari Death dan Quorthon dari Bathory dikenal karena penggunaan scream yang intens dan inovatif.

Scream terus berkembang dan memengaruhi berbagai genre musik modern, termasuk metalcore, post-hardcore, dan beberapa genre pop punk. Banyak vokalis modern menggabungkan scream dengan teknik vokal bersih untuk menciptakan dinamika yang menarik dalam lagu-lagu mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....