UMKM Desa jadi Penggerak Ekonomi dan Kemandirian Warga
- 21 Sep 2026 18:51 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM di desa dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk menggerakkan roda perekonomian sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dari tingkat kampung. Pemanfaatan bahan baku lokal dapat memberikan nilai tambah terhadap produk yang dihasilkan masyarakat.
Tidak hanya menciptakan lapangan usaha, pengolahan potensi lokal juga dapat memperkuat identitas produk desa sehingga memiliki daya saing di pasar yang lebih luas. Hendra Saputra, Pemerhati ekonomi Sibolga, saat Beranda Astacita Pro 1 UMKM Bicara, Senin, 21 September 2026 mengatakan desa memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan usaha produktif.
Potensi tersebut dapat berasal dari hasil pertanian, perikanan dan kelautan, perkebunan, hingga kerajinan tangan yang menjadi kekayaan lokal masyarakat. Selain mengoptimalkan potensi lokal, digitalisasi usaha juga menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM desa.
Pelaku usaha dapat memanfaatkan media sosial dan berbagai platform digital untuk memperkenalkan serta memasarkan produk tanpa terbatas pada konsumen di wilayah sekitar. Dengan pemasaran secara digital, produk UMKM desa berpeluang dikenal hingga ke luar daerah.
Karena itu, kemampuan membuat konten promosi, mengambil foto produk, memberikan informasi harga dan kualitas, serta melayani konsumen secara daring perlu terus ditingkatkan.
“Penguatan UMKM juga membutuhkan sinergi dengan Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes. BUMDes dapat menjadi bagian dari ekosistem usaha masyarakat, diantaranya melalui dukungan permodalan sesuai mekanisme yang berlaku, membantu distribusi, serta membuka akses pemasaran bagi produk warga,” ujar Hendra.
Disisi lain, pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM juga tidak kalah penting. Masyarakat perlu mendapatkan pengetahuan mengenai tata kelola keuangan, pengemasan atau packaging, pemasaran, hingga menjaga kualitas dan mutu produk agar mampu berkembang dan naik kelas.
Pengembangan UMKM desa pada akhirnya tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan individu, tetapi juga dapat menciptakan efek ekonomi yang lebih luas. Ketika bahan baku berasal dari desa, proses produksi dilakukan masyarakat, dan pemasaran semakin luas, maka perputaran ekonomi dapat berlangsung di lingkungan desa.
“Karena itu, kolaborasi antara pemerintah desa, BUMDes, pelaku UMKM, masyarakat, serta berbagai pihak terkait menjadi penting untuk membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi lokal, memperkuat kapasitas pelaku usaha dan memanfaatkan teknologi digital, UMKM di desa diharapkan kita mampu menjadi salah satu fondasi kemandirian ekonomi masyarakat,” tutup Hendra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....