Tim Farmasi USU Ajarkan Warga Lopian Olah Kelapa jadi VCO dan Nata De Coco
- 15 Agt 2026 19:28 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapteng - Bantu masyarakat lepas dari keterpurukan pascabencana banjir dan longsor, dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (FF USU) yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat, di Lingkungan II, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Mereka mengajarkan warga memanfaatkan sumber daya lokal, khususnya kelapa yang masih dapat ditemukan di wilayah itu, untuk menjadi produk bernilai jual tinggi. Berupa virgin coconut oil (VCO) dan nata de coco kepada masyarakat, untuk mulai kembali bangkit dan menata perekonomiannya.
“Selama ini kelapa hanya dijual dalam bentuk kelapa segar, baik untuk diambil santannya maupun airnya. Melalui pelatihan ini, warga diajarkan cara mengolah kelapa untuk menghasilkan VCO dan nata de coco, yang nilai jualnya jauh lebih tinggi. Serta mengangkat nilai kelapa menjadi produk pangan fungsional untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan,” ujar Ketua Tim Pengabdian, Dwi Lestari P dalam keterangannya, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Warga setempat yang antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan diajarkan mulai dari pemilihan kelapa, ekstraksi VCO dan fermentasi air kelapa hingga menghasilkan nata de coco, pengemasan yang menarik dan evaluasi. Sehingga menghasilkan produk berdaya jual baik.
Selain pelatihan produksi, tim yang menyampaikan materi secara interaktif melalui metode diskusi, literasi dengan modul praktis, serta praktik langsung, juga mengajarkan pola pengemasan, branding, perhitungan ekonomi dan strategi pemasaran produk.
“Hasil pelatihan berupa produk nata de coco yang kaya serat dan baik untuk kesehatan usus, dapat langsung dinikmati sebagai topping minuman kreasi warga yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan,” ucapnya.
Selain itu, produk VCO berupa minyak kelapa murni dan jernih dapat langsung dikonsumsi sebagai suplemen kesehatan yang menyuplai energi dengan cepat dan sumber lemak baik, dan juga dapat digunakan untuk perawatan kulit dan rambut. Bahkan peserta pelatihan bisa langsung menikmati produknya selain menguasai keterampilan cara memproduksinya.
Kepala Lingkungan II Kelurahan Lopian, Syamsul Bahri Nasution mengapresiasi pengabdian tersebut dan berharap dengan pelatihan itu, masyarakat Lopian dapat membentuk kelompok usaha bersama dan menjadikan VCO serta nata de coco sebagai produk unggulan desa.
“Kami sangat terbantu, karena dengan ilmu baru ini, warga punya alternatif usaha baru. Harapannya, bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga yang terdampak bencana,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....