Beda Endorse dan Paid Promote bagi Kreator Konten
- 04 Mar 2026 16:54 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga– Menjadi kreator konten kini menjadi impian banyak anak muda, namun sayangnya banyak yang langsung terjun tanpa memahami aturan main bisnis digital. Fenomena ini terlihat dari banyaknya kreator pemula yang asal menerima tawaran iklan karena tergiur bayaran cepat, tanpa sadar bahwa salah memilih skema promosi bisa merusak nama baik dan membuat pengikut (followers) mereka bosan.
Kondisi tersebut diperparah dengan anggapan bahwa semakin banyak iklan yang tayang, maka semakin sukses seorang kreator. Padahal, tanpa literasi yang cukup, akun media sosial yang baru dirintis berisiko kehilangan jati diri dan kredibilitasnya jika hanya dipenuhi konten promosi yang tidak relevan dengan minat audiensnya.
Menanggapi fenomena tersebut, Lusiana Lubis menekankan bahwa memahami perbedaan endorse dan paid promote merupakan pengetahuan mendasar bagi para kreator konten agar tidak sekadar mengejar keuntungan materi, tetapi juga menjaga kepercayaan audiens.
"Kreator baru harus sadar kalau paid promote itu kita cuma jual lapak tayang, tapi kalau endorse, kita itu sedang mempertaruhkan nama baik lewat ulasan jujur tentang sebuah produk,"ujar Lusiana pada program Santai Siang di Pro 2 RRI Sibolga, Selasa, 24 Februari 2026.
Ia menjelaskan, paid promote lebih berfokus pada ruang publikasi berbayar tanpa keterlibatan pengalaman personal terhadap produk. Sementara itu, dalam skema endorse, kredibilitas kreator menjadi taruhan karena ada unsur penggunaan dan penilaian terhadap produk yang dipromosikan.
"Modal paling berharga bagi kreator itu adalah kepercayaan penonton. Jangan sampai akun kalian berubah jadi papan iklan berjalan yang membosankan. Pastikan produk yang di-endorse memang cocok dengan gaya kalian," tegasnya.
Lusiana juga mengingatkan agar pemula tidak gila setoran dengan menyikat semua tawaran yang masuk tanpa filter. Menurutnya, konten endorse jauh lebih efektif jika disampaikan dengan gaya bahasa sehari-hari layaknya rekomendasi antar teman, berbeda dengan paid promote yang sering kali terasa kaku karena bahasa iklan pabrik yang formal.
"Rahasia sukses buat kreator baru itu satu jaga kepercayaan. Boleh ambil paid promote untuk tambah penghasilan, tapi tetaplah fokus membangun kedekatan dengan penonton lewat endorse yang jujur,” tutupnya.