Ketergantungan Supplier Jadi Tantangan Dropshipper

  • 07 Feb 2026 20:48 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Ketergantungan terhadap supplier masih menjadi tantangan utama bagi para pelaku usaha dropship. Model bisnis yang mengandalkan pihak ketiga untuk stok dan pengiriman membuat dropshipper memiliki kelemahan dalam kebutuhan pasokan.

Hal ini disampaikan Rizal seorang pemerhati e-commerce pada Santai Siang, Pro 2 RRI Sibolga pada Sabtu, 7 Februari 2026. Keterlambatan pengiriman hingga kualitas produk yang tidak sesuai, semua risiko tersebut langsung berdampak pada reputasi penjual.

Dropshipper pemula terkadang belum sepenuhnya memahami risiko ketergantungan tersebut. "Sebagian besar dropshipper fokus pada pemasaran, tapi lupa bahwa kontrol produk sepenuhnya ada di tangan supplier, dan bisa jadi masalah, kalau tidak dicegah dari awal," Ujarnya.

Rizal mengungkapkan masalah yang paling sering muncul adalah ketidaksesuaian antara informasi produk dengan barang yang diterima konsumen. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi para dropshipper.

Dropshipper juga sering menerima komplain atas hal-hal yang sebenarnya di luar kendali mereka. "Ketika foto dan deskripsi bagus, tapi barangnya berbeda, tetap menyalahkan penjual, bukan supplier," Katanya.

Selain kualitas produk, ketersediaan stok juga menjadi tantangan yang serius. Tidak jarang supplier kehabisan barang tanpa pemberitahuan, sementara pesanan sudah terlanjur masuk.

Kondisi ini memaksa dropshipper membatalkan pesanan atau menunggu restock yang belum tentu cepat, sehingga menyebabkan turunnya kepercayaan pelanggan. Meski demikian, Rizal mengatakan sejumlah dropshipper dapat mencari solusi dengan membangun relasi jangka panjang dengan supplier terpercaya atau bekerja sama dengan lebih dari satu supplier untuk memenuhi permintaan pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....