Strategi Sukses Bisnis UMKM Homemade
- 02 Jul 2025 09:59 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga : Meskipun terlihat sederhana, bisnis homemade tetap membutuhkan strategi yang matang agar tidak sekadar viral sesaat. Hal itu disampaikan Yuna Nasution melalui pesan WhatsApp saat Santai Siang-RB Tematik UMKM Pro 2 Sibolga, Selasa (1/7/2025).
Ia mengatakan bahwa konsistensi dalam kualitas adalah hal yang utama yang menjadi perhatian untuk bisa berkembang.” Produk boleh rumahan, tapi kualitasnya harus profesional, mulai dari rasa, tampilan, dan kebersihan harus menjadi prioritas utama agar pelanggan merasa puas dan loyal, sebab kualitas yang stabil akan menciptakan kepercayaan dan menjadi modal utama dalam membangun merek,” katanya,
| Baca juga: Pameran Tetap Efektif Bantu UMKM |
Yuna menambahkan bahwa kemasan bukan hanya pelindung, tapi juga representasi nilai dari produk itu sendiri. "Banyak pelanggan membeli karena visual pertama," katanya. UMKM disarankan untuk menggunakan desain kemasan yang estetis, informatif, dan ramah lingkungan agar menarik minat konsumen, khususnya generasi muda, “ tambahnya.
Lebih lanjut ia mengatakan media sosial adalah ‘etalase digital’ yang sangat efektif untuk mengenalkan produk. Ia menyarankan para pelaku UMKM untuk aktif di platform seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business, serta mengunggah konten secara konsisten. “Buat konten yang bukan hanya jualan, tapi edukatif dan menghibur,” ujarnya.
| Baca juga: Peningkatan Kapasitas UMKM di Era Digital |
Selain itu, mengandalkan satu kanal penjualan saja dinilai kurang maksimal, sehingga Yuna menyarankan agar UMKM ikut serta dalam berbagai event. “Bisa ikut pameran, bazar, atau event lokal untuk mengenalkan produk secara langsung ke masyarakat dan juga mengoptimalkan platform online seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurut Yuna pelaku usaha homemade dapat membangun storytelling tentang produk agar lebih mudah diingat dan punya ikatan emosional dengan pelanggan. “Cerita bisa seputar proses pembuatan, inspirasi di balik nama produk, atau perjuangan pelaku usahanya sendiri, “ tutupya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....