BPS Sibolga Jelaskan Andil Rendah meski Inflasi Tinggi

  • 09 Sep 2026 21:04 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga- Dalam paparan data inflasi Agustus 2026, muncul fenomena menarik di mana beberapa kelompok pengeluaran mencatat inflasi tinggi namun memiliki andil atau sumbangan yang rendah terhadap inflasi keseluruhan. Statistik Ahli Muda BPS Kota Sibolga, Walter Situmeang, meluruskan hal ini saat menjadi narasumber di RRI Pro 1 Sibolga, Rabu, 9 September 2026.

Walter menjelaskan bahwa fenomena tersebut terjadi karena perbedaan nilai konsumsi atau bobot (weight) di antara kelompok pengeluaran.

"Benar sekali, ada kelompok pengeluaran inflasinya lebih tinggi tetapi andilnya lebih rendah, dan sebaliknya. Ini disebabkan karena nilai konsumsinya (bobot) tidak sama," ujar Walter.

Ia memberikan contoh, nilai konsumsi untuk kelompok makanan, minuman, dan tembakau jauh lebih tinggi dibandingkan nilai konsumsi kelompok transportasi.

Oleh karena itu, meskipun persentase kenaikan harga (inflasi) di kelompok transportasi tinggi, namun dampaknya terhadap inflasi secara keseluruhan (andil) menjadi lebih kecil karena porsinya dalam belanja masyarakat tidak sebesar kelompok makanan.

"Jadi, andil ini adalah kontribusi terhadap inflasi umum. Nilai konsumsi atau bobot ini didapatkan dari Survei Biaya Hidup (SBH) yang rutin kami lakukan," tambahnya.

Penjelasan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada masyarakat tentang cara membaca data inflasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....