Tapteng Canangkan Tanam 81 Ribu Pohon Pascabencana

  • 21 Agt 2026 08:42 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng - Pemkab Tapanuli Tengah mempercepat pemulihan lingkungan pascabencana melalui gerakan penghijauan dan penanaman pohon secara bertahap. Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu membuka rapat koordinasi penghijauan pascabencana, Kamis, 20 Agustus 2026.

Rapat tersebut melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, BUMN, BUMD, serta pemangku kepentingan terkait pemulihan lingkungan. Kolaborasi diarahkan untuk memulihkan lahan pertanian sekaligus mendukung perekonomian masyarakat terdampak secara berkelanjutan.

Bupati Masinton Pasaribu menegaskan, pemulihan lingkungan pascabencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen dan tidak dapat dilakukan pemerintah sendirian. “Kita membutuhkan kerja sama solid seluruh elemen masyarakat dan korporasi untuk mempercepat pemulihan lingkungan,” ujar Masinton.

Pemkab Tapteng mencanangkan gerakan gotong royong massal dengan target penanaman sebanyak 81 ribu pohon secara bertahap. “Momentum Hari Jadi Tapanuli Tengah harus menghasilkan kegiatan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Masinton.

Kecamatan Tukka ditetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas awal penanaman karena mengalami kerusakan akibat endapan material sedimen. “Pemulihan harus dilakukan dari hulu hingga hilir agar lingkungan dan lahan produktif masyarakat kembali berfungsi,” tegas Masinton.

Pemulihan kawasan terdampak meliputi pengerukan sedimen, pemasangan perangkap sedimen, serta penanaman vegetasi berakar kuat. Upaya tersebut diarahkan untuk menstabilkan lereng sekaligus mengurangi volume material yang terbawa menuju kawasan hilir.

Pada sektor pertanian, lahan terdampak akan dipulihkan melalui penggemburan dan pembalikan tanah agar kembali produktif. Pemkab juga menyiapkan tanaman bernilai ekonomis seperti serai sebagai komoditas awal bagi petani terdampak.

Pengendalian aliran air menjadi bagian penting pemulihan dengan mengatur debit sekaligus mengurangi sedimen yang masuk kawasan hilir. Pemerintah tidak berfokus membendung aliran secara total, melainkan mengendalikan aliran secara teknis dan berkelanjutan.

Untuk menjamin keberlanjutan program, Pemkab Tapteng menyiapkan regulasi terkait tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui Rancangan Peraturan Bupati. Program penghijauan juga diintegrasikan dalam revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD.

Bupati Masinton turut menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara akuntabel melalui mekanisme satu pintu dan verifikasi lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan diterima warga terdampak serta mencegah klaim sepihak pihak tidak bertanggung jawab.

Pemkab Tapteng mengapresiasi komitmen Bank Indonesia KPw Sibolga, Bank Sumut, BRI Sibolga, PLTU Labuan Angin, dan PLTA Sipan Sihaporas. Dukungan dunia usaha diharapkan memperkuat gerakan penghijauan menuju Tapanuli Tengah yang hijau, tangguh, dan berkelanjutan.

#TaptengNaikKelas

#TaptengBangkit

#SahataSaoloan

#DiskominfoTapteng

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....