Diskon Bukan Alasan Boros Berbelanja
- 17 Sep 2026 00:29 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Mencari potongan harga memang selalu menarik, namun unsur berbelanja cerdas adalah membeli apa yang benar-benar dibutuhkan. Terjebak dengan potongan harga justru membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari.
Nindo Asteria seorang pengamat ekonomi pada program acara Santai Siang, Pro 2 RRI Sibolga pada Rabu, 16 September 2026 diskon memicu aksi impulsif yang mematikan logika seseorang mengenai pengeluaran. Padahal, potongan harga sebenarnya adalah strategi pemasaran untuk menghabiskan stok, bukan instruksi bagi seseorang untuk menghabiskan uang.
Kondisi ini tidak jarang membuat barang-barang yang tidak mendesak ikut masuk ke keranjang hanya karena harga yang miring. Padahal, berhemat adalah menyimpan uang yang tersisa, bukan menghabiskan uang untuk hal yang belum tentu terpakai.
Masyarakat perlu berlatih untuk menahan diri dan meninjau kembali isi keranjang belanjaan sebelum terbayar. Jika semua barang dibeli hanya karena faktor murah, itu sudah termasuk kategori pemborosan.
Solusi terbaik untuk menghindari situasi ini adalah dengan selalu membawa catatan belanja yang sudah dicatat dari rumah. Konsisten dan disiplin dalam menggunakan daftar tersebut menjadi prioritas utama agar tidak mudah tergiur dengan papan promosi.
Mengubah pola pikir dari "mumpung murah" menjadi "memang butuh" akan berdampak positif pada finansial dalam jangka panjang. Penghematan yang sesungguhnya bermulai ketika kita berhasil melewati pajangan barang diskon tanpa menyentuhnya sama sekali.
Menikmati promo belanja tentu boleh saja dilakukan asalkan tetap terkendali dan tidak mengganggu finansial utama kita. Jangan sampai impulsif di hari diskon yang justru kedepannya berubah menjadi penyesalan panjang di akhir bulan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....