Berhemat Mulai Kurangi Pengeluaran Tidak Mendesak
- 22 Mei 2026 08:40 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Kebiasaan belanja impulsif dan pengeluaran kecil yang sering dianggap sepele kini menjadi perhatian bagi kalangan masyarakat yang berkeinginan untuk berhemat. Pengeluaran tidak mendesak seperti langganan aplikasi yang tidak penting atau jarang digunakan, pembelian barang diskon tanpa kebutuhan hingga belanja sesuai tren tanpa melihat kebutuhan prioritas.
Biasanya hal tersebut merupakan penyebab utama seseorang yang berhemat tanpa disadari pengeluarannya menjadi semakin menipis. Hal ini disampaikan oleh Joshua seorang mahasiswa muda pada program acara Spada, Pro 2 RRI Sibolga pada Rabu, 20 Mei 2026.
Joshua selaku mahasiswa muda mengatakan ada langkah-langkah penting yang perlu dilakukan agar rencana pemangkasan pengeluaran berhasil. Langkah pertama yang paling efektif untuk mulai berhemat adalah mengevaluasi pengeluaran bulanan yang sebenarnya tidak terlalu penting.
Dimana ia merasa seseorang tidak sadar bahwa uang mereka habis karena hal-hal kecil yang terus berulang setiap bulan.
"Langganan sih harus dipangkas, awak soalnya biasa laki-laki mana ada pikiran hemat, tapi awak kan kuliah harus pikir kerjaan karena udah semester akhir pula, jadi aplikasi musik, film, game yang berbayar awak bersihin" Ujar Joshua.
Selain memangkas hal yang tidak penting,
Joshua menerapkan kebiasaan menunda pembelian selama 24 jam ketika melihat barang menarik di aplikasi belanja online.
"24 jam itu tips anak muda sekarang, awak tahan dulu 24 jam terus kalo hilang sendiri berarti gak usah lanjut beli" Katanya.
Cara tersebut menurutnya cukup membantu untuk mengendalikan diri dari promo atau diskon yang terpampang dimanapun secara online. Tidak hanya itu, Joshua menilai kebiasaan sederhana seperti mencatat pengeluaran harian juga dapat membantu kita sadar terhadap pola belanja sendiri.
Dengan begitu, pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu bisa lebih mudah dikurangi agar tidak menjadi sebuah kebiasaan pemborosan. Menurut Joshua, berhemat bukan berarti pelit tetapi menilai bagaimana kita memprioritaskan suatu hal agar kondisi finansial tetap aman dan kebutuhan tetap terpenuhi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....