Strategi Kelola THR agar Tidak Numpang Lewat

  • 26 Mar 2026 22:05 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Momen pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali memicu lonjakan konsumsi masyarakat menjelang Idulfitri. Namun, tanpa pengelolaan keuangan yang bijak, dana tambahan tersebut berisiko habis dalam sekejap tanpa memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan pekerja.

Reza Aditya, menekankan bahwa kesalahan umum yang sering terjadi adalah menganggap THR sebagai uang kaget yang harus dihabiskan saat itu juga. Ia menyarankan agar pekerja tetap berpegang pada skala prioritas dengan mendahulukan kewajiban sebelum memenuhi gaya hidup.

"Hal pertama yang harus dilakukan adalah alokasi untuk kewajiban, seperti membayar utang atau zakat. Jangan sampai kita terjebak dalam euforia belanja baju baru atau gadget hingga melupakan tanggungan yang lebih krusial," ujar Reza melalui sambungan telepon pada program acara SPADA di Pro 2 RRI Sibolga pada Rabu, 18 Maret 2026.

Reza juga membagikan strategi praktis dalam membagi pos anggaran THR. Ia mengusulkan rumus sederhana dengan menyisihkan minimal 10 hingga 20 persen dari total tunjangan untuk instrumen investasi atau tabungan masa depan, alih-alih menggunakannya seluruhnya untuk konsumsi.

"Investasikan sebagian THR adalah cara cerdas agar uang tersebut tidak sekadar numpang lewat. Dengan menyisihkan sebagian kecil saja, kita sudah membangun bantalan ekonomi untuk kebutuhan tak terduga setelah masa lebaran usai," jelasnya.

Lebih lanjut, Reza memperingatkan bahaya lapar mata saat melihat promosi di platform belanja daring. Menurutnya, membuat daftar belanjaan yang ketat sebelum masa Lebaran adalah benteng pertahanan utama agar pengeluaran tidak membengkak akibat pembelian barang-barang yang tidak diperlukan.

Ia juga menyarankan pentingnya mencatat setiap pengeluaran, sekecil apa pun nominalnya. Dengan pencatatan yang rapi, seseorang dapat mengevaluasi pola konsumsinya dan memiliki kendali penuh atas arus kas pribadinya selama hari raya.

"Kenyamanan di hari raya tentu diinginkan semua orang, namun jangan sampai mengorbankan stabilitas keuangan di bulan-bulan berikutnya. Pengelolaan THR yang cerdas adalah bentuk apresiasi terbaik atas kerja keras kita selama setahun terakhir," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....