Loud Budgeting VS Quiet Luxury

  • 24 Mar 2026 15:57 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Gaya hidup keuangan di kalangan anak muda terus berkembang. Dua istilah yang sedang ramai diperbaincangkan adalah loud budgeting dan quiet luxury.

Loud budgeting merupakan gaya hidup hemat yang dilakukan secara terbuka. Seseorang tidak segan mengakui bahwa dirinya sedang membatasi pengeluaran, bahkan menolaka ajakan sosial demi keuangan tetap stabil.

Sebaliknya, quiet luxury menggambarkan gaya hidup mewah namun tidak mencolok. Individu dengan konsep ini cenderung memilih kualitas tinggi tanpa menunjukan kemewahan secara berlebihan.

Pada acara Sore Ceria Pro 2 RRI Sibolga, Selasa, 24 Maret 2026, Kreslita, seorang banker bank daerah mengatakan bahwa tren ini muncul seiiring kesadaran finansial. " Biasanya anak muda sekarang lebih sadar mengelola keuangan, " katanya.

"Ada yang yang memilih terbuka soal keterbatasan finansial, dan ada yang fokus pada kualitas tanpa perlu pengakuan sosial, " ujarnya. Menurutnya hal ini normal dalam pengelolaan keuangan saat ini.

Ia menjelaskan, loud budgeting umumnya dipilih oleh mereka yang sedang dalam fase menata keuangan, seperti menabung, membayar utang, atau mencapai target finansial tertentu. “Dengan loud budgeting, seseorang jadi lebih tegas terhadap prioritasnya, ” kata Kreslita.

Sementara itu, quiet luxury lebih mencerminkan kondisi finansial yang relatif stabil, di mana seseorang sudah mampu memilih kualitas tanpa harus menunjukkan statusnya. “Quiet luxury bukan soal pamer, tapi tentang kenyamanan dan nilai dari suatu barang atau pengalaman,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kreslita menilai kedua tren ini tidak perlu dipertentangkan. Menurutnya, setiap individu dapat menyesuaikan dengan kondisi dan tujuan keuangan masing-masing.

“Yang terpenting bukan tren mana yang diikuti, tapi bagaimana bisa konsisten mengelola keuangannya dengan bijak,” tegasnya. Dengan munculnya tren ini, masyarakat, khususnya generasi muda, diharapkan semakin bijak dalam mengambil keputusan finansial serta tidak terjebak pada tekanan sosial untuk selalu terlihat mampu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....