IHSG Berpotensi Fluktuatif di Zona Merah
- 30 Jan 2026 08:37 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kembali menunjukkan pergerakan yang fluktuatif pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026. Berdasarkan data pasar dari laman resmi idx.co.id, indeks masih berada di bawah tekanan setelah pada penutupan perdagangan Kamis kemarin melemah 1,06 persen ke level 8.232.
Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual masif investor asing yang mencapai angka Rp5,11 triliun dalam satu hari. Penurunan tajam tersebut bahkan sempat memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt oleh otoritas bursa sebanyak dua kali.
Sentimen negatif dari laporan MSCI menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan harga saham di pasar domestik saat ini. Hal ini menyebabkan kapitalisasi pasar bursa tergerus hingga menyentuh angka Rp13.577 triliun akibat kepanikan para pelaku pasar.
Analis BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak pada rentang support 8.050 hingga resistansi 8.400. Selama indeks mampu bertahan di atas level psikologis tersebut, potensi pembalikan arah atau rebound masih terbuka lebar.
Menteri Keuangan Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kuat menghadapi gejolak pasar saham yang sedang terjadi. Pemerintah optimis bahwa sentimen negatif MSCI hanya bersifat sementara dan tidak akan mengguncang fondasi ekonomi jangka panjang.
Para investor ritel kini disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi yang mungkin terjadi sepanjang sesi perdagangan. Fokus utama pelaku pasar saat ini adalah menjaga manajemen risiko guna menghindari kerugian yang lebih dalam di tengah gejolak.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan akan terus memantau stabilitas pasar modal agar tetap terkendali dengan baik dan aman. Pihak bursa juga terus berkoordinasi intensif dengan berbagai lembaga internasional untuk menenangkan keresahan para pemegang saham di Indonesia.