Jalan Tapteng-Taput Target selesai 2026, Harapan Anggaran Ditambahi

  • 19 Jun 2026 05:41 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng – Dua kepala daerah di Sumatera Utara meninjau akses jalan penghubung antara Kecamatan Pasaribu Tobing, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dengan Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara. Rencananya, jalan penghubung kedua daerah ini akan dibangun bersumber dari APBD Provinsi.

Bupati Taput, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menjelaskan pembangunan jalan penghubung Pasaribu Tobing dan Parmonangan diharapkan dapat dimulai proses tendernya pada Juli mendatang, dan ditargetkan tahun 2026 ini selesai dikerjakan. Diakui Taripar, anggaran masih dalam pengusulan tambahan dari sebelumnya direncanakan sekitar Rp19 Milliar.

“Kami bertemu dengan pak Bupati Tapteng Masinton Pasaribu tujuannya adalah untuk menemukan titik jalan yang ingin dibangun dan diperbaiki, agar saling bersinergitas. Anggaran sebelumnya 19 Milliar, namun setelah kami tinjau lokasi, masih ada sekitar 2 kilometer yang harus dibangun, dan kami bersama pak Masinton akan segera menghadap pak Gubernur Sumatera Utara untuk membahas hal ini, sehingga keseluruhan pengerjaannya tuntas tahun ini,” kata Taripar pada Selasa, 16 Juni 2026 lalu.

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah Provinsi Sumatera Utara dengan dua pemerintah kabupaten, sehingga diharapkan pembangunan jalan di kawasan perbatasan Tapteng-Taput ini dapat tuntas, dan sinergitas kedua daerah ini juga tetap terjalin demi meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Dibeberkan Masinton, pembukaan jalan penghubung Tapteng-Taput ini telah mewujudkan keinginan masyarakat yang selama ini mengaku hidup dalam daerah yang terisolir.

“Seperti yang disampaikan masyarakat bahwa sampai usia kemerdekaan 80 tahun, mereka belum pernah merasakan berjalan diatas aspal yang bagus. Terima kasih kepada bapak Gubernur Sumatera Utara atas atensinya menyambungkan dua daerah pedesaan di Tapteng dan Taput,” ujarnya.

Ditambahkan Taripar dan Masinton, jalan penghubung antara Pasaribu Tobing-Parmonangan ini merupakan akses alternatif menuju Kota Medan dan bandara Silangi. Jalan ini juga diklaim sebagai alternatif bila sewaktu-waktu terjadi bencana seperti tahun 2025 lalu, yang hampir keseluruhan jalan tidak dapat dilalui, karena tertimbun longsor maupun banjir bandang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....