Pelajar Tapteng Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai Deras
- 02 Mei 2026 13:07 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapteng - Perjuangan berat harus dirasakan sejumlah pelajar di Desa Sibio-bio, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Mereka terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai berarus deras setelah jembatan darurat yang menjadi satu-satunya akses penghubung kembali rusak diterjang luapan air sungai.
Kondisi ini mengakibatkan akses jalan dari Desa Sibio-bio menuju Desa Muara Aek Sibuntuon lumpuh total. Padahal, akses tersebut merupakan jalur utama bagi anak-anak untuk menuju lokasi sekolah mereka.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para pelajar terlihat sangat berhati-hati saat melintasi sungai yang airnya cukup tinggi. Akibat derasnya arus, sejumlah siswa bahkan memilih untuk tidak mengenakan seragam sekolah terlebih dahulu saat menyeberang guna menghindari pakaian basah atau kotor terkena lumpur.
Rusaknya akses ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah dalam beberapa pekan terakhir. Luapan air sungai yang kuat menggerus dan menghancurkan jembatan darurat yang sebelumnya dibangun secara swadaya oleh warga setempat.
Salah seorang siswa, Benny, mengungkapkan bahwa dirinya dan teman-temannya sering terlambat sampai di sekolah sejak jembatan tersebut putus diterjang banjir beberapa waktu lalu.
"Kami harus ekstra hati-hati. Kalau tidak waspada, bisa-bisa hanyut terbawa arus Sungai Muara Sibuntuon," ujar Benny dengan nada khawatir, Sabtu, 2 Mei 2026.
Kesulitan ini tidak hanya berdampak pada pendidikan, tetapi juga pada aktivitas ekonomi warga. Masyarakat yang ingin melintas terpaksa bergotong-royong menggotong kendaraan sepeda motor mereka agar bisa menyeberangi sungai demi tetap bisa beraktivitas.
Para siswa dan warga setempat kini menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah agar segera turun tangan. Mereka sangat mendambakan pembangunan jembatan permanen atau minimal jembatan gantung yang layak agar keselamatan mereka terjamin.
Hingga saat ini, warga masih harus bergantung pada kondisi cuaca. Jika hujan deras kembali turun, praktis desa mereka akan terisolasi total karena arus sungai yang tidak mungkin lagi diseberangi secara manual.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....