Dyah Pitaloka, Putri Sunda di Balik Tragedi Bubat
- 18 Jun 2026 16:36 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Dyah Pitaloka dikenal sebagai putri Kerajaan Sunda yang terkait dengan Tragedi Bubat tahun 1357. Peristiwa itu menjadi salah satu kisah paling dikenang dalam sejarah Nusantara.
Pembahasan mengenai Dyah Pitaloka disampaikan dalam Program Musik Tradisional dan Budaya, Rabu, 17 Juni 2026. Acara tersebut menghadirkan Rosalia Kusuma, seorang pemerhati sejarah dan kebudayaan, melalui sambungan telepon.
Dyah Pitaloka Citraresmi merupakan putri Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda. Ia dijadwalkan menikah dengan Raja Hayam Wuruk dari Majapahit.
Rombongan Kerajaan Sunda berangkat menuju Majapahit untuk memenuhi undangan pernikahan. Namun, perbedaan pandangan politik memicu ketegangan di Pesanggrahan Bubat.
"Peristiwa Bubat bermula dari kesalahpahaman mengenai status kedatangan rombongan Sunda ke Majapahit," ujar Rosalia. Ia mengatakan perbedaan tafsir itu kemudian berkembang menjadi konflik terbuka.
Pertempuran terjadi ketika kehormatan Kerajaan Sunda dipertahankan. Dalam tragedi tersebut, Dyah Pitaloka dikenang karena pengorbanannya menjaga martabat kerajaan.
"Dyah Pitaloka menjadi simbol kehormatan, keberanian, dan pengabdian bagi masyarakat Sunda," imbuh Rosalia. Kisahnya masih dipelajari melalui berbagai sumber sejarah dan tradisi budaya hingga kini.
Tragedi Bubat meninggalkan dampak besar bagi hubungan kedua kerajaan. Peristiwa tersebut juga menjadi pelajaran penting mengenai diplomasi dan penghormatan antar kerajaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....