Romansa Kerajaan di Balik Peristiwa Bubat

  • 17 Jun 2026 06:19 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Kisah Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka menjadi bagian penting dalam sejarah Nusantara. Romansa kerajaan tersebut berakhir tragis melalui Peristiwa Bubat pada abad ke-14.

Pembahasan mengenai kisah tersebut disampaikan dalam Program Musik Tradisional dan Budaya, Selasa 16 Juni 2026. Acara itu menghadirkan Rosalia Kusuma, pemerhati sejarah dan kebudayaan, yang dihubungi melalui sambungan telepon.

Hayam Wuruk tertarik mempersunting Dyah Pitaloka, putri Kerajaan Sunda. Rencana pernikahan itu diharapkan mempererat hubungan kedua kerajaan besar.

Rombongan Sunda berangkat menuju Majapahit untuk memenuhi undangan pernikahan. Pertemuan yang semula bernuansa persahabatan kemudian berubah menjadi ketegangan politik.

"Hubungan Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka sering dipandang sebagai romansa antarkerajaan," ujar Rosalia. Ia menilai kisah tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat.

Perbedaan pandangan mengenai kedudukan Kerajaan Sunda memicu perselisihan di Bubat. Konflik tersebut berujung pada pertempuran yang menelan banyak korban jiwa.

"Tragedi Bubat menunjukkan bagaimana kesalahpahaman dapat mengubah hubungan baik menjadi konflik," kata Rosalia. Peristiwa itu kemudian dikenang sebagai bagian penting sejarah Nusantara.

Kisah Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka masih dikenang hingga sekarang. Menurutnya, cerita tersebut mengajarkan pentingnya diplomasi, kehormatan, dan saling menghormati.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....