Pemko Sibolga Berkomitmen Dukung Pelestarian Budaya Batak
- 07 Apr 2026 21:58 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Pemerintah Kota Sibolga berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya Batak, termasuk mendorong lembaga legalitas serta kolaborasi dengan OPD terkait.
Komitmen itu disampaikan Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik didampingi Wakil Walikota Pantas Maruba Lumbantobing saat menerima audiensi pengurus Lembaga Adat dan Budaya Batak Kota Sibolga (Labas), di Aula Nusantara I, Kantor Wali Kota Sibolga, Selasa, 07 April 2026.
Syukri menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai asli budaya Batak di tengah arus modernisasi, khususnya di kalangan generasi muda. Generasi muda kata Walikota, perlu kembali memahami makna tortor, termasuk tata cara menari (manortor) dan penghormatan (manyombah) yang benar.
“Ke depan, kami harapkan adanya kolaborasi dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga, sehingga setiap kegiatan Pemerintah Kota Sibolga dapat menampilkan adat dan budaya Batak," ujarnya.
Selain itu Walikota menyampaikan Pemerintah Kota Sibolga siap memfasilitasi pembentukan kantor Lembaga Adat Batak Sibolga (LABAS), serta mendorong percepatan legalitas melalui notaris agar memudahkan koordinasi dengan Kesbangpol.
Hal yang sama juga disampaikan Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumbantobing. Menurutnya, sebagai salah satu budaya tertua, budaya Batak harus terus dijaga dan dikembangkan agar tetap menjadi bagian dari identitas masyarakat, sekaligus memperkuat keharmonisan Kota Sibolga sebagai kota berbilang kaum.
“Kami berharap budaya Batak dapat terus tumbuh dan berkembang, sehingga Sibolga sebagai kota berbilang kaum dan antar umat beragama dapat semakin harmonis,” ucap Wakil Wali Kota.
Ketua Lembaga Umum Adat dan Budaya Batak Sibolga dan Sekitarnya (LABAS), Hasudungan Samosir menyampaikan, pembentukan lembaga ini dilatarbelakangi tingginya antusias masyarakat dalam kegiatan lomba paduan suara Kristiani antar marga yang diselenggarakan Pemerintah Kota Sibolga selama dua tahun berturut-turut.
"Gagasan pembentukan lembaga ini muncul dari pertemuan para ketua marga untuk menyamakan persepsi serta merumuskan pelaksanaan adat yang lebih efektif tanpa mengurangi nilai dan makna budaya," ujar Samosir yang akrab disapa Opung Cio.
Dijelaskannya, tujuan pembentukan lembaga ini untuk mempererat silaturahmi antar pengurus marga di Kota Sibolga, merancang pelaksanaan adat agar lebih efisien tanpa mengurangi makna, seperti pelaksanaan adat pernikahan yang diharapkan dapat selesai tepat waktu, memberikan advokasi hukum kepada para ketua marga, mendorong generasi muda untuk melestarikan adat melalui kegiatan seminar dan pelatihan, termasuk pelatihan parsinabung.
"Selain itu, saya juga berharap dukungan Pemerintah Kota Sibolga dalam proses legalitas lembaga, termasuk pengurusan akta notaris dan pendaftaran ke Kesbangpol," harapnya.
Samosir juga menyampaikan harapannya, agar Lembaga Adat dan Budaya Batak dapat dilantik oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga pada perayaan Paskah Oikoumene Kota Sibolga yang direncanakan pada 10 April 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....