Diperkenalkan pada Anak Melalui Dongeng dan Seni Tradisi
- 30 Mar 2026 15:44 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Tokoh pewayangan Gatotkaca kembali diperkenalkan kepada generasi muda melalui kegiatan dongeng dan pertunjukan seni tradisional yang digelar diberbagai kesempatan edukatif dan budaya. Gatotkaca dikenal sebagai ksatria dari Pringgadani, putra Bima dan Dewi Arimbi, yang memiliki kekuatan luar biasa dan keberanian tinggi dalam membela kebenaran. Sosok ini sering dijadikan teladan bagi anak-anak karena menggambarkan keberanian, kesetiaan, serta tanggung jawab terhadap keluarga dan bangsa.
Pendongeng kisah anak, Naufal Limbong, saat berdongeng diacara Idola Anak, Minggu, 29 Maret 2026 mengatakan cerita Gatotkaca memiliki nilai edukatif yang kuat untuk membentuk karakter anak sejak dini. Ia menyampaikan tokoh Gatotkaca, yang memiliki julukan otot kawat tulang besi, menjadi simbol ketangguhan dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, penyampaian cerita melalui dongeng membuat anak-anak lebih mudah memahami nilai moral yang terkandung dalam kisah pewayangan.
“Gatotkaca merupakan putra dari Bima, salah satu Pandawa, dan Dewi Arimbi. Saat masih kecil, ia dikenal dengan nama Jabang Tetuka dan memiliki kondisi tubuh yang berbeda dari manusia biasa. Untuk menyempurnakan kekuatannya, Jabang Tetuka kemudian digembleng di Kawah Candradimuka, tempat sakral dalam dunia pewayangan yang dipercaya sebagai lokasi penyatuan berbagai pusaka dewa kedalam dirinya,” kata Naufal.
“Proses penggemblengan di Kawah Candradimuka inilah yang membuat Gatotkaca memiliki kemampuan luar biasa, termasuk dapat terbang tanpa sayap dan memiliki tubuh sekuat baja. Setelah keluar dari kawah tersebut, ia menjelma menjadi ksatria sakti yang siap mengabdi dan melindungi keluarga Pandawa. Kisah ini sering disampaikan sebagai simbol bahwa kekuatan sejati lahir dari proses pembelajaran dan pengorbanan,” lanjut Naufal.
Sementara itu Tohari, Seniman Jawa di kota Sibolga mengatakan tokoh Gatotkaca memiliki posisi penting dalam kesenian tradisional, khususnya wayang kulit. Ia menyebutkan bahwa karakter Gatotkaca tidak hanya menarik dari sisi cerita, tetapi juga dari segi visual dan artistik, karena digambarkan mengenakan pakaian perang khas dengan sayap dan mahkota yang megah. Hal tersebut menjadikan Gatotkaca sebagai salah satu tokoh yang paling mudah dikenali dalam dunia pewayangan.
“Pelestarian cerita Gatotkaca penting untuk menjaga keberlangsungan budaya Jawa dan memperkenalkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda. Melalui pertunjukan wayang, tari, maupun dongeng, masyarakat dapat terus mengenal tokoh-tokoh pewayangan sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. Ia menilai, tanpa upaya pelestarian yang konsisten, cerita-cerita klasik seperti ini berpotensi semakin jarang dikenal oleh anak-anak di era digital,” kata Tohari.
Naufal Limbong berharap kegiatan mendongeng yang mengangkat tokoh Gatotkaca dapat menjadi sarana pembelajaran karakter yang efektif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak. Menurutnya, tokoh ini tidak hanya menggambarkan kekuatan fisik, tetapi juga kesetiaan dan keberanian dalam membela kebenaran, sehingga layak dijadikan panutan. Dengan pengenalan yang berkelanjutan, kisah Gatotkaca diharapkan tetap hidup dan relevan sebagai warisan budaya sekaligus media pendidikan karakter bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....