Halal bi Halal dalam Perspektif Islam

  • 29 Mar 2026 00:14 WIB
  •  Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Halal bi Halal, tradisi sangat lekat dengan kehidupan umat Islam di Indonesia, khususnya setelah perayaan Idul Fitri. Substansi, Halal bi Halal bukan sekadar ajang silaturahmi biasa, tetapi memiliki nilai spiritual tinggi sebagai momentum untuk memperbaiki Hamblum Minannas artinya hubungan sesama manusia.

"Dalam ajaran Islam, menjaga ukhuwah (persaudaraan) adalah suatu keharusan. Rasulullah SAW menekankan pentingnya saling memaafkan dan menghindari permusuhan, dan Halal bi Halal menjadi sarana konkret mengimplementasikan ajaran tersebut, yakni dengan saling membuka hati, mengakui kesalahan, dan memohon maaf penuh keikhlasan," jelas Ustaz Sandi Irawan pada Jumat, 27 Maret 2026.

Menurut Ustaz, urgensi Halal bi Halal terletak pada beberapa hal yakni pertama, sebagai bentuk penyempurna ibadah Ramadan. Setelah sebulan penuh berpuasa, umat Islam diharap kembali kepada fitrah, salah satu indikatornya adalah bersihnya hati dari dendam dan kebencian.

"Kedua, mempererat tali silaturahmi yang mungkin sempat renggang karena sibuk atau konflik. Ketiga, menciptakan keharmonisan sosial yang berdampak pada ketenangan hidup bermasyarakat," sebutnya.

"Halal bi Halal juga memiliki dimensi pendidikan akhlak. Tradisi ini ajarkan kita nilai rendah hati, kejujuran, keberanian untuk meminta maaf. Dalam konteks kehidupan modern penuh dinamika dan potensi gesekan, Halal bi Halal menjadi solusi meredam konflik dan membangun kembali kepercayaan," tambahnya.

Karena itu kata Ustaz, Halal bi Halal tidak boleh dipandang sebagai sekadar tradisi seremonial, tetapi harus dimaknai jadi ibadah sosial memiliki dampak besar bagi kehidupan pribadi dan masyarakat. Menghidupkan semangat Halal bi Halal, kiranya dapat mewujudkan pribadi lebih bersih hatinya serta masyarakat lebih rukun dan harmonis.
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....