Bawaslu Toba dan Diskominfo Perkuat Pengawasan Partisipatif Warga
- 22 Sep 2026 17:36 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Toba - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Toba terus memperkuat konsolidasi demokrasi dan komunikasi publik guna mendorong pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keterlibatan aktif warga dalam mengawal iklim demokrasi di daerah tersebut.
Sebagai langkah nyata, Bawaslu Toba menjalin koordinasi strategis bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Toba. Sinergi lintas lembaga ini difokuskan pada perluasan jangkauan edukasi politik agar informasi kepemiluan dapat tersampaikan secara masif dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Toba, Tumpal Panjaitan, menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi sarana penting untuk membangun komunikasi publik yang inklusif. Menurutnya, edukasi politik tidak boleh berhenti saat tahapan pemilu selesai, melainkan harus terus digalakkan secara konsisten.
"Koordinasi dengan Dinas Kominfo dalam rangka memperkuat konsolidasi demokrasi serta membangun komunikasi publik yang lebih luas kepada masyarakat. Koordinasi ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Toba untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi," ujar Tumpal Panjaitan pada Senin 21 September 2026.
Di sisi lain, Bawaslu Kabupaten Toba menilai media penyiaran seperti radio memiliki efektivitas tinggi sebagai sarana edukasi politik. Karakteristik radio yang dekat, dinamis, dan interaktif dinilai mampu menjangkau berbagai lapisan warga hingga ke pelosok daerah.
Kasubbag Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu dan Hukum Bawaslu Toba, Mantily Hutauruk, mengungkapkan bahwa pendekatan dialogis melalui radio mempermudah penyampaian isu-isu kepemiluan yang terkesan rumit. Bahasa yang sederhana dalam siaran radio diyakini lebih mudah dicerna oleh publik.
"Bawaslu Kabupaten Toba memandang radio sebagai salah satu media yang memiliki peran strategis dalam menjangkau masyarakat secara lebih luas. Dengan bahasa yang sederhana dan format dialog yang interaktif, isu-isu kepemiluan kami harapkan dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat," jelas Mantily Hutauruk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....