Ribuan Ikan Mati, Pemkab Madina Siapkan Bendung di Desa Tambangan Jae
- 21 Sep 2026 09:52 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Mandailing Natal -Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) merencanakan pembangunan bendung atau bronjong untuk memastikan pasokan air terpenuhi di Lubuk Larangan Anak Yatim, Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan. Langkah penanganan jangka menengah ini diambil guna menyelamatkan ekosistem sungai dan menjaga populasi ikan di lokasi wisata budaya tersebut.
Rencana tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, saat meninjau lokasi lubuk larangan pada Minggu, 20 September 2026. Peninjauan ini dilakukan sebagai respons cepat atas peristiwa kematian ratusan ekor ikan yang terjadi sejak pertengahan pekan lalu. Hingga saat ini, tercatat tidak kurang dari 700 ekor ikan jenis jurung ditemukan mati di aliran sungai tersebut.
"Ke depan, Pemkab Madina berencana melakukan upaya penanganan jangka menengah dengan membuat bronjong atau bendung agar debit air di lokasi lubuk larangan lebih banyak dan ekosistem kembali normal," ujar Saipullah Nasution di sela-sela peninjauannya di Desa Tambangan Jae.
Berdasarkan hasil pemantauan awal, penyusutan debit air sungai serta kondisi alur yang dangkal ditengarai menjadi faktor utama pemicu kematian massal tersebut. Lingkungan sungai yang dangkal tak hanya mengganggu ruang gerak ikan, tetapi juga memicu pertumbuhan lumut yang tidak normal sebagai salah satu pakan alamiahnya. Selain itu, potensi pencemaran dari pembuangan limbah domestik warga sekitar juga tengah didalami oleh tim teknis.
Sebagai langkah penanganan lanjutan, Dinas Perikanan Kabupaten Madina telah menerjunkan tim untuk mengambil sampel air serta bangkai ikan guna pengujian laboratorium. Langkah ini diambil untuk memastikan penyebab pasti kematian secara ilmiah, sementara penanganan darurat berupa pemberian obat telah dilakukan untuk menekan angka kematian ikan.
Bupati Saipullah menegaskan komitmennya untuk membantu menjaga pendapatan dari tradisi lubuk larangan yang selama ini dialokasikan bagi kesejahteraan anak-anak yatim setempat. Pemkab Madina menyiapkan dukungan melalui Dinas Sosial dan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab apabila hasil panen atau bantuan untuk anak yatim terdampak oleh musibah ini.
Saipullah berharap hasil uji laboratorium dapat segera keluar agar langkah pencegahan komprehensif bisa langsung diterapkan. "Lubuk larangan ini adalah kekayaan budaya Mandailing di kawasan Tambangan yang telah menjadi tempat wisata. Kami harap kondisi ini bisa teratasi dan lubuk larangan bisa kembali normal," pungkas Saipullah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....