Pemkab Tapteng Gelar Aksi Penghijauan di Momen Hari Jadi ke-81 Tapteng

  • 28 Agt 2026 08:29 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapanuli Tengah - Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar aksi penghijauan dan pemulihan lingkungan di kawasan terdampak bencana alam, pada Kamis 27 Agustus 2026. Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kelestarian ekosistem dan masyarakat sekitar.

Kegiatan pelestarian alam tersebut dipusatkan di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, Wakil Bupati Mahmud Efendi beserta jajaran, unsur Forkopimda, Ketua dan Staf Ahli TP PKK, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta ratusan masyarakat setempat yang antusias mengikuti rangkaian acara.

Aksi penghijauan ini dirancang sebagai bentuk peringatan HUT Tapteng yang jatuh pada 24 Agustus dengan nuansa yang berbeda. Alih-alih menggelar perayaan seremonial semata, kegiatan tahun ini difokuskan pada pemberian dukungan moral sekaligus mendorong percepatan pemulihan ekonomi bagi warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.

Di hadapan masyarakat, Bupati Tapanuli Tengah menyerukan pentingnya kesadaran kolektif dalam merawat alam demi mencegah ancaman bencana susulan di masa depan. "Mari kita menjaga hutan, menjaga lingkungan," ajak Masinton Pasaribu saat memimpin langsung prosesi penanaman pohon di kawasan lereng bukit yang kritis.

Langkah teknis pemulihan yang dilakukan mencakup restorasi lahan kritis melalui penanaman vegetasi penutup serta pemulihan areal persawahan warga yang sempat tertimbun sedimen. Lahan pertanian tersebut kini difungsikan kembali dengan ditanami berbagai jenis palawija, seperti jagung, tanaman legum, dan sereh untuk memperbaiki unsur hara dan mengembalikan produktivitas lahan.

Selain upaya teknis pelestarian lingkungan, pemerintah daerah juga menerapkan pendekatan holistik dengan memadukan kebudayaan adat Batak dan doa bersama demi memberikan penguatan psikososial bagi warga. Rangkaian peringatan hari jadi ini juga turut disemarakkan dengan Apel Gabungan Forkopimda, bakti sosial di panti asuhan dan sekolah, serta panggung hiburan rakyat.

Mengusung semangat filosofis "Sahata Saoloan" yang bermakna satu hati, satu kata, dan satu kegiatan, momentum hari jadi ini diharapkan dapat terus memupuk nilai gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Pemkab Tapteng optimistis seluruh warga di kawasan terdampak dapat segera bangkit, memulihkan perekonomiannya, dan membangun kehidupan yang jauh lebih tangguh ke depannya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....