Kemenag Tapteng Jadikan Indeks KUB Sebagai Pijakan Perkuat Harmonisasi Sosial

  • 25 Agt 2026 09:15 WIB
  •  Sibolga

RRI CO.ID, Tapanuli Tengah - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tapanuli Tengah terus berupaya mendorong penguatan kerukunan umat beragama di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) sebagai instrumen utama untuk mengukur dan memperkuat harmonisasi sosial di tengah masyarakat. Komitmen ini disampaikan dalam sebuah kegiatan pemaparan yang digelar di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Tapanuli Tengah pada Selasa 19 Agustus 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Kasubbag Tata Usaha Kankemenag Kabupaten Tapanuli Tengah, Dr. H. Ismail, S.Pd., M.Pd., memaparkan laporan hasil survei Indeks KUB secara komprehensif. Laporan ini menjadi bahan rujukan yang sangat krusial guna melihat secara nyata kondisi kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut. Selain itu, data yang disajikan juga difungsikan sebagai bahan evaluasi dalam menentukan langkah penguatan toleransi ke depannya.

Menanggapi hasil pemaparan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tapanuli Tengah, H. Awaluddin Habibi Siregar, S.Ag., M.Ag., menegaskan pentingnya data Indeks KUB sebagai gambaran riil kondisi masyarakat. Menurutnya, hasil survei ini tidak boleh hanya berhenti menjadi sekadar tumpukan data administratif, melainkan harus dimanfaatkan sebagai pijakan dasar dalam menyusun langkah-langkah strategis demi memperkuat kesetaraan dan kerja sama antaragama.

“Survei Indeks KUB menjadi salah satu instrumen untuk melihat kondisi kerukunan umat beragama. Hasilnya harus kita jadikan bahan evaluasi dan ditindaklanjuti dengan program-program yang dapat semakin memperkuat harmonisasi sosial di tengah masyarakat,” tegas H. Awaluddin Habibi Siregar dalam arahannya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa merawat kerukunan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan andil dari berbagai pihak. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, penyuluh agama, lembaga keagamaan, serta seluruh elemen masyarakat dinilai memiliki peran sentral yang saling berkaitan untuk memastikan suasana kehidupan bermasyarakat tetap aman, damai, dan harmonis.

Oleh karena itu, Awaluddin mengajak seluruh jajarannya untuk mengambil langkah nyata dalam mengimplementasikan hasil survei tersebut di lapangan. Ia menekankan bahwa setiap potensi persoalan yang berkaitan dengan dinamika kehidupan antarumat beragama harus bisa diantisipasi sedini mungkin melalui koordinasi lintas sektor, komunikasi yang baik, serta selalu mengedepankan sikap saling menghormati.

Ke depannya, Kemenag Tapanuli Tengah berkomitmen penuh untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna merancang program pembinaan keagamaan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang solid dari seluruh elemen, Kemenag Tapanuli Tengah optimistis kerukunan umat beragama di wilayahnya dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan peradaban masyarakat yang saling menghargai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....