Kemarau Panjang, Waspada Kebakaran Hutan dan Lahan

  • 24 Agt 2026 10:55 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Kebakaran hutan dan lahan adalah suatu peristiwa terbakarnya hutan atau lahan baik secara alami maupun oleh perbuatan manusia, sehingga mengakibatkan kerusakan lingkungan. Kebakaran hutan bisa disebabkan oleh dua faktor utama yaitu faktor alami dan faktor manusia.

Faktor alami dipengaruh El Nino yang menyebabkan kemarau panjang sehingga tanaman menjadi kering dan mudah terbakar. Sedangkan faktor manusia berupa pembukaan lahan dengan cara membakar yang lupa dimatikan sehingga menyambar pepohonan atau semak dan menyebabkan kebakaran.

Salah satu penyebab kebakaran hutan secara alami yaitu akibat adanya sambaran petir. Petir yang menyambar pohon atau semak kering bisa menimbulkan api yang kemudian membuat seluruh hutan ikut terbakar. Hal ini disampaikan Lindung Pakpahan seorang pendengar diacara Spada Pro2 RRI Sibolga pada Senin, 24 Agustus 2026.

Pada program yang dipandu Wulan, Lindung menyampaikan faktor dan kondisi pendukung antara lain cuaca, jenis pohon dan lanskap hutan. Namun, kondisi cuacalah yang menjadi faktor utama apalagi jika suhu udara tinggi, curah hujan rendah dan tingkat kelembaban juga rendah.

“Selain itu yang harus diwaspadai adalah kebakaran hutan dan lahan pada lahan dan hutan yang dilanda api, sehingga mengakibatkan kerusakan serta dampak yang merugikan. Tentunya potensi kebakaran hutan dan lahan akan semakin meningkat seiring datangnya musim kemarau”, ujar Lindung.

Musim kemarau yang identik dengan suasana yang terik dan panas, selain berdampak pada kehidupan terkadang juga menimbulkan permasalahan dilingkungan sekitar. Masih banyak warga yang tinggal di sekitar hutan yang masih belum mempunyai pengetahuan yang memadai tentang hutan dan menyebabkan kerusakan ekosistem yang fatal.

Masih banyak warga yang membakar rumput saat musim kemarau yang disertai angin kencang. Sehingga penyebaran api akan mudah dan luas, sehingga perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak membakar rumput.

Selain itu sebelum meninggalkan tempat pembakaran, sangat disarankan untuk membersihkan area tersebut dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Tentu tidak diharapkan terjadi kebakaran hutan dan lahan, dan membangun budaya sadar bencana yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga, serta lingkungan sekitar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....