Jerat Narkoba: Generasi Emas atau Generasi Cemas?
- 07 Agt 2026 08:00 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, SI bolga - Pesatnya perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi di era kecerdasan buatan (AI), generasi muda khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha justru diintai ancaman nyata yang makin terselubung, bahaya laten narkoba.
Ancaman nyata ini membuat cita-cita Indonesia untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 kini menghadapi tantangan berat yang membayang di depan mata.
Kenyataan ini memicu pertanyaan kritis di tengah masyarakat, apakah kita benar-benar sedang menyiapkan Generasi Emas, atau malah membiarkan lahirnya Generasi Cemas yang rapuh akibat terjerat zat adiktif?
Maraknya peredaran gelap narkoba jenis baru/Zat Psikoaktif Baru (New Psychoactive Substances) yang makin mudah diakses melalui media sosial dan jaringan internet terselubung (dark web) kian meresahkan.
Pola pendekatan para pelaku peredaran pun makin canggih, menyasar emosi, kecemasan, hingga gaya hidup anak muda era digital.
Agus Fadli dari Forum Komunikasi Kreatif, menegaskan pentingnya pendekatan baru dalam mengintervensi ancaman ini. Menurutnya, anak muda masa kini membutuhkan ruang berekspresi yang aman agar tidak melarikan diri ke hal-hal negatif.
"Kita sering mendengungkan visi Generasi Emas, tetapi lupa bahwa benteng pertahanan mereka hari ini sangat rentan. Jangan sampai potensi besar generasi muda kita justru layu sebelum berkembang dan berubah menjadi 'Generasi Cemas' akibat kurangnya ruang kreatif dan masifnya ancaman narkoba modern," ujar Agus Fadli saat acara Spada Pro2 RRI Sibolga. Kamis, 6 Agustus 2026.
Ia menambahkan pendekatan hukum saja tidak cukup. Generasi Z dan Alpha membutuhkan ruang edukasi yang relevan dengan bahasa dan budaya digital mereka.
"Anak-anak muda ini hidup di era AI dan algoritma. Jika pendekatan pencegahan narkoba kita masih konvensional dan terkesan menggurui, mereka tidak akan mendengarkan. Kita harus masuk lewat jalur kreatif seni, konten positif, dan komunitas agar mereka merasa dirangkul, bukan sekadar dihakimi," tegas Agus.
Ancaman narkoba bagi generasi muda bukan lagi sekadar isu kesehatan atau hukum, melainkan ancaman terhadap keberlanjutan bangsa.
Ketika kecemasan akan masa depan, tekanan sosial, dan akses kemudahan teknologi bertemu, risiko generasi muda terjebak ke dalam penyalahgunaan narkoba menjadi kian tinggi.
Pemerintah, pendidik, orang tua, hingga komunitas kreatif diharapkan dapat bersinergi melahirkan lingkungan pendukung yang sehat.
Tanpa langkah nyata dan kolaboratif dari seluruh elemen masyarakat, impian meraih Generasi Emas 2045 dikhawatirkan hanya akan menjadi retorika di tengah bayang-bayang ancaman narkoba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....