Aksi Pacific Partnership 2026 Jaga Kelestarian Pesisir Tapteng
- 27 Jul 2026 15:49 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapteng - TNI Angkatan Laut bersama pasukan United States Pacific Fleet atau Armada Pasifik Amerika Serikat, menanam 2.000 bibit mangrove, di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Ribuan bibit tumbuhan perdu (semak) tersebut ditanam pada Minggu, 26 Juli 2026, di Muara Siput, Labuhan Angin, Kecamatan Tapian Nauli.
Aksi pelestarian kawasan pesisir dari militer gabungan dua negara itu merupakan rangkaian kegiatan Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026, di wilayah Tapteng dan Kota Sibolga, Sumatera Utara.
Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi Lubis juga ikut dalam aksi bertema "Strengthening Partnership, Collaboration, Interoperability For Crisis Response" (Penguatan Kerja Sama, Kolaborasi, dan Interoperabilitas untuk Respon Krisis) itu.
Mahmud mengapresiasi kegiatan Pacific Partnership melindungi ekosistem dan biota perairan pesisir Tapteng.
"Mangrove sangat penting untuk mencegah abrasi, mengurangi dampak perubahan iklim, menjaga ekosistem laut, serta menjadi habitat berbagai jenis biota yang merupakan sumber kehidupan masyarakat pesisir," kata Mahmud, dalam kata sambutannya di kegiatan tersebut.
Ia menyebut Tapteng memiliki garis pantai yang panjang sekitar 200 km, serta kekayaan sumber daya laut yang melimpah.
Karenanya, kata Mahmud, menjaga kelestarian kawasan pesisir merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah.
"Melalui penanaman mangrove ini, kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan bagi generasi mendatang. Harapan akan lingkungan yang lebih lestari, pesisir yang lebih tangguh, serta kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera, terlebih pascabencana yang sempat melanda Tapanuli Tengah," tegasnya.
Kapten Robert Reyes, perwakilan dari US Pacific Fleet, pada kesempatan itu juga menyatakan kolaborasi penanan bibit mangrove bagian dari esensi pelaksanaan Latma Pacific Partnership.
"Saat kita melaksanakan kegiatan hari ini, ini, sungguh merupakan hal yang kita nantikan demi menciptakan masa depan yang lebih baik, tidak hanya bagi generasi saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang," kata Robert Reyes.
Selain itu, Wakapuskes TNI Laksma TNI Tjahja Nurrobi, menyebut aksi pelestarian di Tapteng sebagai bentuk komitmen internasional menjaga alam.
"Kegiatan ini, jauh melampaui sekadar tindakan simbolis. Hal ini mencerminkan komitmen bersama kita untuk melestarikan lingkungan sekaligus melambangkan kuatnya persahabatan dan kerja sama internasional," tegasnya.
"Dengan menanam satu pohon mangrove, kita menanam harapan, memperkuat kemitraan, dan mewariskan jejak abadi yang bermanfaat bagi masyarakat setempat, serta lingkungan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....