Bupati Madina Paparkan Strategi Kebangkitan Pisang Kepok di Panel Diskusi UMA
- 27 Jul 2026 08:07 WIB
- Sibolga
Poin Utama
- Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution menjadi pembicara utama dalam panel diskusi pengembangan wilayah berbasis komoditas unggulan pisang kepok yang diselenggarakan Universitas Medan Area pada Sabtu 25 Juli 2026.
- Kegiatan ini merupakan implementasi nota kesepahaman (MoU) antara UMA dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk mengembalikan kejayaan komoditas pisang kepok di Mandailing Natal.
- Saipullah memaparkan peta jalan pengembangan agribisnis Mandailing Natal dengan fokus pada kebijakan pemerintah daerah dalam mengakomodasi isu strategis pertanian dan mendorong investasi berbasis komoditas unggulan lokal.
RRI.CO.ID, Mandailing Natal - Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menjadi pembicara utama dalam panel diskusi bertajuk Pengembangan Wilayah Berbasis Komoditas Unggulan: Integrasi Perkebunan Presisi dan Manajemen Rantai Pasok Pisang Kepok yang digelar Universitas Medan Area (UMA), Medan, Sabtu 25 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi nota kesepahaman (MoU) antara UMA dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dalam upaya mengembalikan kejayaan komoditas pisang kepok di Bumi Gordang Sambilan.
Di hadapan akademisi, mahasiswa program sarjana, magister, hingga doktoral, Saipullah memaparkan peta jalan pengembangan agribisnis Mandailing Natal. Paparan tersebut menitikberatkan pada kebijakan pemerintah daerah dalam mengakomodasi isu-isu strategis di sektor pertanian sekaligus mendorong investasi berbasis komoditas unggulan lokal.
Dalam pemaparannya, Saipullah menjelaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Mandailing Natal. Ia mengungkapkan, pada masa lalu daerah tersebut dikenal sebagai salah satu sentra produksi pisang kepok di Sumatera Utara sehingga memiliki modal besar untuk menghidupkan kembali komoditas tersebut sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
"Revitalisasi pisang kepok bukan hanya menghidupkan kembali komoditas yang pernah menjadi kebanggaan Mandailing Natal, tetapi juga membuka peluang diversifikasi usaha, meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pasar, serta mengundang investasi yang berkelanjutan," ujar Saipullah Nasution.
Menurut Saipullah, pengembangan pisang kepok juga menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap komoditas kelapa sawit yang harganya cenderung berfluktuasi. Ia menilai Mandailing Natal memiliki keunggulan berupa iklim tropis yang sesuai, pengalaman petani, serta ketersediaan lahan yang luas untuk mendukung sistem budidaya secara berkelanjutan. "Lahan yang tersedia melimpah serta cocok untuk sistem tumpang sari demi hasil yang berkelanjutan," kata Saipullah.
Pada akhir pemaparannya, Bupati menegaskan tiga fokus utama dalam program pengembangan pisang kepok. Pertama, revitalisasi pisang kepok sebagai kunci kebangkitan ekonomi pertanian di desa. Kedua, hilirisasi produk dan perluasan akses pasar yang diyakini mampu meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta pendapatan petani. Ketiga, dukungan kebijakan pemerintah dan kolaborasi multipihak menjadi faktor penting dalam menyukseskan pengembangan komoditas tersebut.
Panel diskusi tersebut juga menghadirkan Guru Besar Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Universitas Sumatera Utara Prof. Dr. Ir. Satia Negara Lubis, M.Ec, Guru Besar Agroteknologi UMA Prof. Dr. Ir. Suswati, MP, serta pelaku bisnis ekspor hortikultura Miltra Sembiring, S.Pd, sebagai panelis. Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mempercepat pengembangan pisang kepok sebagai komoditas unggulan Mandailing Natal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....