Ketua HIMPAUDI Sibolga: Pendidikan sejak Dini Kunci Wujudkan Generasi Emas

  • 23 Jul 2026 14:44 WIB
  •  Sibolga
Poin Utama
  • Pendidikan generasi emas Indonesia harus dimulai sejak usia dini melalui lingkungan keluarga.
  • Keluarga adalah tempat pertama anak memperoleh pendidikan dan pembentukan karakter yang fundamental.
  • Tanggung jawab tumbuh kembang anak melibatkan tiga pilar: orang tua, masyarakat, dan pemerintah, karena anak-anak adalah calon pemimpin bangsa di masa depan.

RRI.CO.ID, Sibolga - Ketua Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Sibolga, Anilfa Tanjung, menegaskan pembentukan generasi emas Indonesia harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan di lingkungan keluarga. Hal tersebut disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional, Kamis 23 Juli 2026.

Menurut Anilfa, keluarga merupakan tempat pertama anak memperoleh pendidikan dan pembentukan karakter. Namun, tanggung jawab terhadap tumbuh kembang anak tidak hanya berada di tangan orang tua, melainkan juga menjadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah karena anak-anak saat ini merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan.

"Generasi emas itu menerima pendidikan pertama dari lingkungan keluarga atau pendidikan informal di rumah. Anak bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga masyarakat dan pemerintah, karena merekalah yang nantinya akan memimpin negara ini," ujar Anilfa.

Ia mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan semua pihak agar terus memenuhi hak-hak anak, meningkatkan kesejahteraan mereka, serta memberikan perlindungan yang optimal. Menurutnya, perhatian terhadap anak sejak usia dini merupakan investasi penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

Selain itu, Anilfa berharap pemerintah terus meningkatkan kesejahteraan para guru, khususnya tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menurutnya, kesejahteraan guru akan berdampak pada kualitas pendidikan dan pembentukan karakter anak sejak dini.

"Harapan saya kepada pemerintah, baik Presiden maupun Bapak Menteri, agar terus memperhatikan kesejahteraan guru-guru yang mendidik anak. Guru yang sejahtera akan lebih maksimal dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa," katanya.

Anilfa juga mengapresiasi program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari jenjang PAUD. Ia menilai program tersebut menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter, akhlak, dan moral sejak usia dini sehingga anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki integritas.

Ia berharap generasi Indonesia ke depan tidak hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga karakter yang baik, berakhlak mulia, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai keyakinan masing-masing. "Harapan kita ke depan adalah memiliki anak-anak yang hebat, bukan hanya pintar, tetapi juga berkarakter baik, berakhlak mulia, dan mampu menjadi pemimpin yang amanah demi mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera," tutup Anilfa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....