Pemkab Tapteng Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Melalui SPIP
- 22 Jul 2026 10:50 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapanuli Tengah -Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Inspektorat Kabupaten Tapanuli Tengah menggelar Workshop Penyusunan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Manajemen Risiko di Hasian Hotel, Selasa 21 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Workshop yang berlangsung selama dua hari, 21 hingga 22 Juli 2026, menghadirkan narasumber dari Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini diikuti para pejabat penanggung jawab SPIP dan Manajemen Risiko dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.
Inspektur Kabupaten Tapanuli Tengah, Mus Mulyadi Malau, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemahaman terhadap SPIP harus dimiliki seluruh aparatur pemerintah. Menurutnya, sistem pengendalian intern menjadi bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan efektif, efisien, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah merupakan proses integral yang dilakukan secara terus-menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai. Tujuannya untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang terkendali, terencana, efektif, efisien, serta berorientasi pada hasil dengan output dan outcome yang terukur," ujar Mus Mulyadi.
Ia menegaskan, pelaksanaan workshop tersebut tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus diterapkan secara nyata dalam setiap unit kerja. Menurutnya, penerapan SPIP dan manajemen risiko yang baik dapat mencegah terjadinya kesalahan berulang serta memperkuat sistem pengawasan internal pemerintah daerah.
"Kegiatan ini sangat penting agar bisa kita terapkan dengan baik di setiap instansi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah. Kita tidak ingin kekeliruan dan kesalahan terjadi berulang-ulang. Melalui penerapan SPIP dan Manajemen Risiko yang solid, tata kelola pemerintahan kita tentu akan jauh lebih baik," tegas Mus Mulyadi.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah berharap seluruh perangkat daerah mampu memahami dan mengimplementasikan SPIP serta manajemen risiko secara optimal. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung tercapainya sasaran pembangunan, meningkatkan keandalan laporan keuangan, memperkuat kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....