Rentetan Banjir Landa Tapteng Pascabencana Ekologis 2025

  • 20 Jul 2026 05:45 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng - Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, kembali dilanda banjir besar pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Luas wilayah terdampak banjir yang disebabkan curah hujan dengan intensitas tinggi itu dilaporkan mencakup empat kecamatan.

Bencana hidrometeorologi ini tercatat untuk yang ketiga kalinya terjadi, di wilayah Tapteng.

Sebelumnya juga pernah terjadi banjir besar dalam kurum waktu berdekatan, yaitu pada pada tanggal 11 dan 16 Februari 2026.

Musibah tersebut merupakan rentetan dari bencana terparah ada tanggal 25 November 2025.

Kala itu hampir seluruh wilayah Tapteng dilanda banjir bandang dan tanah longsor hingga merusak kehidpan dan penghidupan warganya.

Otoritas setempat juga melaporkan bencana ekologis pada tahun lalu telah menelan korban jiwa dengan jumlah yang tidak sedikit.

Bencana ekologis yang disebabkan kerusakan lunglingkungan faktor aktivitas manusia hingga terjadi perubahan tatanan ekologi.

Berdasarkan data dari BPBD Tapteng, yang dirilis pada tanggal 8 Februari 2026 lalu, korban meninggal dunia sebanyak 131 jiwa, korban hilang 33 jiwa, dan warga yang mengungsi sebanyak 1.469 jiwa.

Kembali pada peristiwa banjir terbaru, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Tapteng, juga telah merilis sebaran wilayah terdampak banjir.

Plh Kalaksa BPBD Tapteng Ardiansyah Harahap, dalam siaran pers pascabanjir, bahkan menyajikan informasi kronologi dan titik lokasi terdampak.

1. Wilayah Kecamatan Tukka, banjir terjdi mulai pukul 16.00 WIB.

• Kelurahan Sipange: Tingginya curah hujan memicu kenaikan debit air Aek Silaga-laga. Luapan air sungai tersebut dilaporkan sempat memasuki pemukiman dan merendam rumah warga.

• Kelurahan Hutanabolon: Luapan air dari Sungai Aek Harse dan Aek Sigala-gala akibat hujan deras merendam sejumlah rumah warga di wilayah tersebut.

• Kelurahan Bonalumban: Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan jebolnya tanggul Aek Siaili. Akibatnya, air meluap dengan cepat ke pemukiman warga dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa.

2. Wilayah Kecamatan Badiri.

• Kelurahan Lopian: Luapan Sungai Lopian akibat hujan deras menggenangi badan jalan utama. Kondisi ini, sempat mengganggu arus lalu lintas dan membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.

3. Wilayah Kecamatan Pinangsori.

• Kelurahan Pinangsori: Tingginya volume hujan membuat parit atau saluran drainase tidak mampu menampung air, sehingga meluap ke badan jalan dan merendam rumah-rumah warga sekitar.

4. Wilayah Kecamatan Sarudik.

• Kelurahan Pondok Batu: Hujan deras juga memicu kenaikan debit air sungai di wilayah tersebut. Namun, berdasarkan pantauan berkala, kondisi, di Kelurahan Pondok Batu, dilaporkan masih dalam batas aman.

Laporan terbaru dari Pusdalops BPBD Tapteng pada 18 Juli malam, menyatakan kondisi banjir di wilayah terdampak sudah berangsur surut.

"Meski demikian, tim penyelamat masih bersiaga di lokasi-lokasi banjir untuk mengantisipasi cuaca buruk susulan," kata Ardi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....