Lonjakan Dopamin Gadget, Dapat Merusak Fokus Generasi Muda

  • 10 Jul 2026 12:58 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Setiap kali jempol melakukan scrolling di media sosial, ada cipratan zat kimia bernama dopamin yang melonjak drastis. Sayangnya, kesenangan instan ini harus dibayar mahal dengan merosotnya kemampuan fokus dan konsentrasi.

Para ahli psikologi dan neurosains kini mulai membunyikan alarm keras terkait kenyataan "Dopamine Loop" atau siklus dopamin akibat ketergantungan gadget.

Apa Itu Lonjakan Dopamin Gadget?

Dopamin adalah neurotransmiter di otak yang bertanggung jawab atas rasa senang, motivasi, dan penghargaan (reward). Ketika seseorang menerima likes, menonton video pendek yang lucu, atau memenangkan game, otak melepaskan dopamin dalam jumlah besar secara instan.

Masalahnya, gadget modern dirancang untuk memberikan stimulasi konstan ini tanpa jeda. Akibatnya, ambang batas toleransi otak terhadap kesenangan meningkat, membuat aktivitas nyata seperti belajar, membaca buku, atau bekerja terasa sangat membosankan.

Aspahani Angraeni dan Suci Rahmayani, mahasiswa Institut Bisnis Teknologi dan Al Washliyah (IBTA) mengatakan otak seperti gak bisa diajak diam, ini bukan sekadar teori medis, melainkan realitas pahit yang dirasakan langsung gen Z dan milenial saat ini.

"Dulu saya bisa baca novel berjam-jam tanpa gangguan. Sekarang? Baru baca dua halaman, tangan otomatis langsung meraba HP buat buka TikTok atau Instagram. Kalau nggak dibuka, rasanya ada yang kurang," dikatakan Aspahani Angraeni saat acara Spada Pro2 RRI Sibolga. Kamis, 9 Juli 2026.

Hal senada juga diungkapkan Suci Rahmayani, yang merasakan bagaimana lonjakan dopamin digital ini menurunkan produktivitas mereka.

"Setiap kali stres saat ngerjain tugas, pelariannya pasti nge-game atau scrolling reels. Maunya cuma 5 menit, tahu-tahu sudah lewat 2 jam. Bukannya segar, otak malah makin capek dan makin gak bisa fokus buat lanjut belajat," ungkapnya.

Jika terus dibiarkan, lonjakan dopamin yang tidak terkontrol ini dapat memicu beberapa dampak buruk pada fungsi kognitif anak muda.

Dampaknya seperti kesulitan berpikir jernih dalam memproses informasi yang kompleks dan rasa cemas yang tinggi saat tidak memegang gadget karena otak mengalami dopamine crash (penurunan dopamin secara drastis).

Dampak lainnya menyebabkan penurunan daya ingat karena otak terbiasa memproses informasi pendek yang cepat hilang (short attention span).

Untuk mengembalikan fungsi fokus otak, para ahli menyarankan generasi muda untuk mulai melakukan Dopamine Detox atau puasa digital secara berkala.

Diawali langkah kecil yang bisa dilakukan dengan mematikan notifikasi non-esensial pada gadget. Menerapkan aturan "No Screen" 1 jam sebelum tidur dan 1 jam setelah bangun pagi.

Menyelamatkan fokus generasi muda dari candu dopamin digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah urgensi. Sesi scrolling berikutnya mungkin terasa menyenangkan, namun taruhannya adalah masa depan produktivitas Anda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....