Pemko Sibolga Operasikan Kembali Bus Sekolah Gratis untuk Pelajar Parombunan

  • 07 Jul 2026 08:28 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga kembali mengoperasikan layanan bus sekolah gratis bagi para pelajar di Kelurahan Parombunan, Senin 6 Juli 2026. Program yang menjadi salah satu komitmen Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, bersama Wakil Wali Kota Pantas Maruba Lumban Tobing ini bertujuan mempermudah akses transportasi siswa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Pengoperasian kembali bus sekolah gratis tersebut menjadi solusi atas keterbatasan transportasi di Kelurahan Parombunan, kawasan perbukitan yang memiliki jenjang pendidikan lengkap mulai dari SD, SMP hingga SMA. Selama ini, minimnya angkutan umum serta kondisi jalan yang menanjak menjadi kendala bagi para pelajar untuk berangkat dan pulang sekolah.

Wali Kota Sibolga menilai kehadiran kembali bus sekolah diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mendukung lahirnya generasi muda yang unggul dan berdaya saing. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan akses pendidikan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Sibolga, Rosidah Lubis, mengatakan layanan bus sekolah akan memanfaatkan dua unit bus milik Dinas Perhubungan Kota Sibolga yang beroperasi setiap hari untuk mengantar dan menjemput para siswa.

"Sebanyak dua unit bus akan beroperasi setiap hari. Pada pagi hari pukul 06.30 WIB, bus akan mengangkut siswa dari Simpang Beo atau Tugu Ikan menuju sekolah. Sementara pada siang hari, mulai pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, bus akan menjemput siswa dari sekolah dan mengantar kembali ke Simpang Beo," ujar Rosidah.

Menurut Rosidah, pengoperasian kembali bus sekolah bukan hanya memberikan kemudahan akses transportasi, tetapi juga membantu meringankan beban ekonomi orang tua dalam memenuhi biaya perjalanan anak ke sekolah. Selain itu, penggunaan bus sekolah dinilai lebih aman dan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.

"Program ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan akses pendidikan, membantu mengurangi angka putus sekolah, serta memastikan para siswa dapat berangkat dan pulang sekolah dengan aman, nyaman, dan tepat waktu," pungkas Rosidah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....