PTAR Bangun Taman Ecobrick di Batang Toru Tapsel

  • 05 Jul 2026 06:41 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapsel - PT Agincourt Resources (PTAR) melakukan upayanya mengurangi 2,5 ton sampah plastik.

Sebanyak 10.000 botol ecobrick hasil partisipasi masyarakat diubah menjadi Taman Ecobrick, di Sopo Daganak, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Hal ini, sekaligus mendorong budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari penutupan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tahun 2026.

Direktur Bank Sampah Yamantab, Damai Mendrofa, mengatakan pencapaian puluhan ribu ecobrick menjadi bukti kebiasaan masyarakat bisa diubah secara bertahap.

Capaian ini merupakan langkah pertama Program Ecobrick “Dari Hati Untuk Bumi” besutan PTAR pada tahun 2025 lalu.

"Dulu plastik rumah tangga itu sampah yang dibuang begitu saja. Sekarang masyarakat menyimpannya, memilahnya, lalu mengisinya menjadi ecobrick. Hasilnya bisa kita lihat sendiri, menjadi taman yang dapat dinikmati masyarakat," kata Damai, saat peresmian Taman Ecobrick pada Selasa, 30 Juni, di Batang Toru.

Selain menjadi taman, ribuan ecobrick digunakan sebagai penanda visual (signage) untuk Martabe Cocoa dan Martabe Farm merupakan program pengembangan ekonomi lokal PTAR, yang berlokasi dekat dengan Sopo Daganak.

Program pengumpulan sampah plastik dan pengolahannya menjadi ecobrick melibatkan Bank Sampah Yamantab bersama empat bank sampah lokal, di Batang Toru.

Keempat bank sampah lainnya, yaitu Gocap, Satahi, Naposo Hamubaon, dan Rap Hita Paias.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menyebut Taman Ecobrick sebagai simbol dari prinsip ekonomi sirkular yang ingin dibangun perusahaan bersama masyarakat.

Bank sampah lokal turut dilibatkan, bahkan tiga di antaranya menjadi mitra binaan perusahaan pengelola Tambang Emas Martabe itu pada saat ini.

"Taman Ecobrick bukan sekadar hasil pengelolaan sampah plastik, tetapi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama," terang Katarina.

"Bagi kami, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah ecobrick yang terkumpul, tetapi juga dari tumbuhnya kebiasaan masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....