Demo Warga Persoalkan Penambangan Sungai Parbotisan
- 22 Jun 2026 22:07 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapsel - Puluhan orang warga unjuk rasa mempersoalkan aktivitas penambangan galian golongan C, di Sungai Parbotisan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).
Massa mendatangi Mapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) pada Rabu, 16 Juni 2026 lalu, untuk menyampaikan persoalan tersebut.
Warga menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap dugaan kegiatan penambangan tanpa izin resmi wilayah Desa Sipiongot, Kecamatan Dolok itu.
Dugaan lain dari warga bahwa material dari penambangan dimanfaatkan untuk kepentingan proyek pembangunan jalan ruas Sipiongot–Tapanuli Selatan (Tolang).
Proyek yang disebut didanai APBD Provinsi Sumatera Utara, bernilai Rp238,8 miliar.
Pagu anggaran untuk ruas Jalan Tolang bernilai Rp72 miliar. Dan pengerjaannya dilaksanakan oleh PT Sumatera Pioneer Building Material.
"Realisasi pembangunan jalan di kawasan Sipiongot, sudah berpuluh-puluh tahun dinantikan oleh warga," kata Denggan Maruli Tanjung, orator aksi unjuk rasa.
"Selama ini, akses jalan rusak berat dan berlumpur saat hujan, sehingga mengisolasi perekonomian warga," teriaknya, di depan Mapolres Tapsel.
Denggan juga menyebut aktivitas penambangan Sungai Parbotisan menjadi lahan keuntungan oknum tertentu.
“Ada dugaan aktivitas Galian C ilegal di aliran sungai Parbotisan yang menggunakan alat berat jenis ekskavator untuk mengeruk material. Selain merugikan negara dari sektor pajak dan retribusi daerah karena tidak ada royalti yang masuk, di lokasi tersebut juga diduga akan dioperasikan Stone Crusher (pemecah batu) yang berpotensi merusak lingkungan akibat debu dan kebisingan,” ungkapnya.
Selain Denggan, orator aksi bernama Ahmad Sayuti Tanjung, juga menuding hal serupa, serta mempertanyakan tanggung jawab aparat penegak hukum.
“Lemahnya pengawasan dan minimnya penindakan membuat kegiatan kativitas ilegal ini, terus berlangsung. Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat karena aktivitas tanpa izin jelas merusak lingkungan dan menimbulkan dampak sosial,” kata Ahmad.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....