Dinkes Tapteng Beri Pembekalan Calon Pegawai BLUD Puskesmas

  • 12 Jun 2026 18:02 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng - Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), memberikan pembekalan dan pelatihan bagi tenga kerja sukarela atau TKS, yang sebelumnya pernah dirumahkan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026, di Aula Dinas Kesehatan Tapteng. Dan diikuti sebanyak 160 orang peserta.

Ratusan orang eks TKS bidang kesehatan itu rencananya akan kembali diberdayakan menjadi pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Puskesmas.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Tapteng Lisnawati Panjaitan, saat kegiatan pembekalan dan pelatihan yang dibuka resmi oleh Sekdakab Binsar TH Sitanggang.

"Kegiatan ini, merupakan bagian dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tapteng. Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk memberdayakan kembali para TKS yang sebelumnya dirumahkan, serta memperkuat pelayanan kesehatan kepada masyarakat," kata Lisnawati.

Lisnawati menjelaskan pembekalan dan pelatihan merupakan tahapan penting sebelum proses pengangkatan pegawai Blud Puskesmas.

Para peserta diberikan pemahaman mengenai visi dan misi pelayanan kesehatan daerah, tata kelola BLUD, budaya kerja organisasi, serta tanggung jawab kerja.

"Dikerenakan keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis tenaga kesehatan, tetapi juga sikap, etika, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap masyarakat," ujarnya.

Selain pembekalan administrasi, kata Lisnawati, peserta juga diberikan materi terkait aktivasi dan penggunaan aplikasi Satu Sehat, orientasi peralatan kesehatan dasar, serta penguatan Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Dalam sesi tersebut, seluruh peserta diwajibkan mengunggah dokumen administrasi ke aplikasi Satu Sehat sebelum mengikuti tahapan ujian.

"Langkah ini, dilakukan untuk memastikan data tersimpan secara akurat, terintegrasi, dan mudah diakses sebagai bagian dari transformasi digital sektor kesehatan," terangnya.

Ia mengungkapkan rekrutmen pegawai Blud merupakan tindak lanjut arahan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah untuk kembali memberdayakan tenaga kesehatan yang sebelumnya dirumahkan.

"Mereka yang diprioritaskan adalah para TKS yang sebelumnya dirumahkan. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk kembali memberdayakan tenaga kesehatan yang telah memiliki pengalaman dalam pelayanan kesehatan," jelasnya.

Saat ini, Kabupaten Tapanuli Tengah memiliki 25 puskesmas yang terdiri dari enam puskesmas rawat inap dan 19 puskesmas rawat jalan.

Seluruh fasilitas kesehatan tersebut terus didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Untuk tujuan itu, pada tahun 2026, Pemkab Tapteng juga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam pengembangan dua Puskesmas Sorkam dan Puskesmas Barus menjadi Puskesmas Plus Spesialistik.

Karenanya, kata Lisnawati, berbagai kebutuhan sarana, prasarana, serta tenaga kesehatan dipersiapkan secara bertahap untuk mendukung program tersebut.

"Para peserta yang nantinya dinyatakan lulus akan diberdayakan sebagai Pegawai Blud Puskesmas dengan sistem penggajian yang bersumber dari masing-masing Blud sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....