Cuaca Panas serta Peralihan Musim
- 10 Jun 2026 09:24 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Suhu panas yang terjadi adalah akibat pemanasan permukaan sebagai dampak dari berkurangnya pembentukan awan dan berkurangnya curah hujan. Sama halnya dengan kondisi gerah yang dirasakan, merupakan sesuatu yang umum terjadi pada periode peralihan musim.
Cuaca panas yang terjadi akhir-akhir ini bukanlah akibat gelombang panas. Berdasarkan karakteristik dan indikator statistik pengamatan suhu, fenomena cuaca panas tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai gelombang panas.
Kondisi maritim disekitar Indonesia dengan laut yang hangat dan topografi pegunungan mengakibatkan naiknya gerakan udara. Sehingga dimungkinkan terjadinya penyanggaan atau buffer kenaikan temperatur secara ekstrim.
Hal ini disampaikan Kepala Kelompok Teknisi BMKG Pinangsori, Liberto Pardosi diacara Kentongan Pro1 RRI Sibolga pada Selasa, 9 Juni 2026.
Pada Program yang dipandu Aziziah, Liberto menyebutkan perubahan cepat dari panas kelembab juga berpotensi mempengaruhi kesehatan. Masyarakat harus menjaga daya tahan tubuh, memperbanyak minum air putih dan menghindari paparan matahari langsung saat intensitas UV tinggi.
“Sedangkan pada malam hari, kondisi gerah serupa juga dapat terasa jika langit masih tertutup awan dengan kelembaban udara yang relatif tinggi. Selanjutnya udara berangsur-angsur dirasakan mendingin kembali jika hujan turun," ujar Berto.
Periode peralihan ini umumnya dicirikan dengan kondisi pagi hari yang cerah, siang hari yang terik dengan pertumbuhan awan diiringi peningkatan suhu udara, kemudian terjadi hujan pada siang menjelang sore atau sore menjelang malam hari.
Pancaroba merupakan periode peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Biasanya ditandai dengan cuaca tidak menentu, panas terik siang hari namun bisa disertai hujan lebat, petir atau angin kencang pada sore hingga malam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....