Seorang Pria di Tapteng Tewas Dimangsa Buaya

  • 29 Mei 2026 22:49 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Tapteng - Sorang pria, di Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah, meninggal dunia diduga akibat serangan buaya.

Kapolsek Manduamas AKP Maruli Tua Simanjorang, mengonfirmasi adanya peristiwa tersebut di wilayah hukumnya pada Kamis, 28 Mei 2026, dini hari.

Maruli mengatakan korban berinisial BS, berumur 20 tahun, warga Dusun III, Desa Sampang Maruhur.

BS sebelumnya dilaporkan hilang. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti polisi dengan upaya pencarian bersama warga.

Pencarian dilakukan sejak sore pada tanggal 27 Mei. Dan akhirnya menemukan BS setelah masuk waktu dini hari.

BS ditemukan di pinggiran Sungai Saga Matua, Sirandorung, dengan kondisi jasad mengenaskan dan tak lagi bernyawa.

"Peristiwa bermula dari adanya laporan Kepala Desa Sampang Maruhur Master Rudi Sigalingging pada Rabu 27 Mei kemarin sore terkait seorang warga yang belum kembali ke rumah," terang AKP Maruli, melalui siaran pers Humas Polres Tapteng pada Jumat, 29 Mei.

Dikatakan polisi juga sempat melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut dengan memintai keterangan dari para saksi.

Dan hasilnya diketehaui BS bersama beberapa orang rekannya sebelumnya sempat memasuki area perkebunan PT Nauli Sawit secara ilegal.

Namun keberadaan mereka di areal perkebunan itu diketahui petugas kemanan perusahaan.

Karena takut berhadapan dengan pihak keamanan, BS dan komplotannya bergegas meninggalkan lokasi dengan cara melompat pagar pembatas lahan perkebunan.

Di saat usaha pelarian itulah salah seorang dari komplotan mendengar suara sesuatu yang jatuh ke sungai.

Hingga akhirnya komplotan itu menyadari kehilangan rekan mereka BS, yang tak berhasil kembali.

"Titik terang keberadaan korban mulai terungkap pada Kamis pukul 11.00 WIB, ketika seorang petani yang berada di seberang sungai melihat seekor buaya melintas membawa tubuh manusia," ungkap Maruli.

"Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan sejumlah luka robek pada jasad korban yang konsisten dengan karakteristik serangan hewan buas, buaya," katanya.

Saat ini jasad BS telah diserahkan kepada keluarganya. Dan tidak ada permintaan otopsi maupun visum dari pihak keluarga terhadap korban.

"Pihak keluarga juga telah menandatangani surat pernyataan tidak keberatan," kata AKP Maruli Tua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....