Strategi PR Melalui Pemetaan Stakeholder

  • 26 Mei 2026 09:03 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Pemetaan stakeholder atau pemangku kepentingan menjadi langkah penting dalam strategi komunikasi public relations (PR). Proses ini membantu perusahaan memahami pihak-pihak yang memiliki pengaruh terhadap kebijakan maupun program komunikasi perusahaan.

Dilansir dari m.prindonesia.co Selasa, 26 Mei 2026, Managing Director and President Kiroyan Partners, Anton Rizki, mengatakan stakeholder merupakan pihak yang pertama menerima dampak dari kebijakan perusahaan. Karena itu, pemetaan stakeholder harus dilakukan secara tepat agar tidak menimbulkan kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Menurut Anton, ada tiga hal utama yang perlu diperhatikan dalam memetakan stakeholder. Pertama, power atau kemampuan pihak tersebut memengaruhi perusahaan. Kedua, urgency, yakni seberapa besar dampak yang ditimbulkan terhadap perusahaan. Ketiga, legitimacy atau sejauh mana stakeholder menerima kebijakan perusahaan.

Stakeholder yang memiliki ketiga unsur tersebut sekaligus dianggap sebagai stakeholder utama. Dengan memahami ketiga aspek itu, praktisi PR dapat menentukan pihak mana yang harus menjadi prioritas dalam strategi komunikasi perusahaan.

Selain itu, PR juga perlu memahami isu yang dianggap penting oleh stakeholder. Langkah ini bertujuan agar perusahaan dapat menyusun komunikasi yang relevan dan menghindari keputusan yang tidak didasari pertimbangan strategis.

Dalam praktiknya, pemetaan stakeholder juga rentan terhadap bias. Anton menjelaskan terdapat beberapa jenis bias yang sering terjadi, seperti elite bias, power bias, interest bias, dan purpose bias. Bias tersebut dapat memengaruhi objektivitas PR dalam menentukan stakeholder prioritas.

Elite bias misalnya, terjadi ketika praktisi PR menganggap tokoh tertentu sudah mewakili seluruh kelompok. Sementara power bias muncul ketika seseorang dianggap memiliki pengaruh besar, padahal ada pihak lain yang lebih berpengaruh namun kurang mendapat perhatian.

Karena itu, praktisi PR dituntut terus melatih kemampuan analisis agar tidak terjebak dalam bias saat melakukan stakeholder mapping. Dengan pemetaan yang tepat, strategi komunikasi perusahaan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....