Praktisi PR Perlu Hindari Kesalahan saat Hubungi Jurnalis
- 11 Mei 2026 16:14 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Praktisi public relations (PR) dinilai perlu memahami etika komunikasi saat berhubungan dengan jurnalis. Kesalahan dalam penyampaian pesan dapat memengaruhi hubungan profesional antara PR dan media.
Dilansir dari PR Indonesia pada Senin, 11 Mei 2026, pendekatan komunikasi yang kurang tepat sering membuat jurnalis enggan merespons pesan dari praktisi PR. Kondisi tersebut dinilai dapat menghambat proses penyampaian informasi kepada publik.
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi ialah mengirim pesan yang tidak relevan dengan kebutuhan media. Padahal, jurnalis setiap hari menerima banyak informasi dari berbagai pihak.
Karena itu, praktisi PR dinilai perlu memahami karakter media dan topik liputan masing-masing jurnalis. Informasi yang sesuai kebutuhan redaksi memiliki peluang lebih besar untuk diperhatikan dan dipublikasikan.
Selain itu, pesan yang terlalu bernada promosi juga dinilai kurang efektif. Jurnalis umumnya lebih membutuhkan informasi yang memiliki nilai berita dan bermanfaat bagi masyarakat.
PR Indonesia juga menyoroti pentingnya akurasi data dalam komunikasi publik. Informasi yang tidak tepat dapat menurunkan kredibilitas lembaga maupun praktisi PR itu sendiri.
Praktisi PR juga diingatkan untuk menjaga komunikasi tetap sopan dan profesional saat berinteraksi dengan media. Pendekatan yang baik dapat membantu membangun hubungan jangka panjang dengan jurnalis.
Hubungan yang sehat antara PR dan media dinilai menjadi bagian penting dalam komunikasi publik. Kolaborasi yang baik dapat mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat secara lebih efektif dan terpercaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....