Gotong Royong jadi Pilar Persatuan dan Solidaritas Masyarakat

  • 07 Mei 2026 15:17 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Budaya gotong royong hingga kini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai kebersamaan, saling membantu, dan bekerja secara sukarela tanpa mengharapkan imbalan menjadi ciri khas yang diwariskan turun-temurun dari generasi kegenerasi. Ditengah perkembangan zaman dan modernisasi, semangat gotong royong dinilai tetap relevan sebagai penguat persatuan dan solidaritas sosial di lingkungan masyarakat.

Denni Aprilsyah Lubis, Ketua Karang Taruna kota Sibolga, pada program Kita Indonesia Pro 1, Kamis, 7 Mei 2026 mengatakan gotong royong merupakan budaya asli Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Menurutnya, budaya tersebut bukan hanya tentang bekerja bersama, tetapi juga mencerminkan rasa kekeluargaan dan kepedulian antar sesama dalam kehidupan sosial.

“Gotong royong memiliki peran besar dalam mempererat hubungan antar warga. Melalui kegiatan bersama, masyarakat dapat membangun komunikasi yang baik, memperkuat rasa persaudaraan, serta menciptakan lingkungan yang harmonis. Nilai kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan social,” kata Denni.

Denni juga menambahkan gotong royong dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti kerja bakti membersihkan lingkungan, membantu warga yang terkena musibah, kegiatan tanggap bencana, panen raya, hingga musyawarah untuk kepentingan bersama. Menurutnya, seluruh aktivitas tersebut mencerminkan semangat persatuan dan solidaritas yang masih kuat ditengah masyarakat.

Selain itu, budaya gotong royong juga dinilai mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan dan kehidupan sosial. Dengan saling membantu, masyarakat tidak hanya menyelesaikan pekerjaan lebih cepat, tetapi juga menciptakan rasa aman dan nyaman dalam kehidupan bermasyarakat.

Di era modern saat ini, ia menilai tantangan terbesar adalah mulai berkurangnya kepedulian sosial akibat pengaruh individualisme. Karena itu, peran generasi muda sangat dibutuhkan untuk menjaga dan menghidupkan kembali semangat gotong royong ditengah masyarakat. Karang Taruna, terus berupaya melibatkan pemuda dalam berbagai kegiatan sosial agar nilai kebersamaan tetap tumbuh dan berkembang.

“Gotong royong juga menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia yang membedakan dengan negara lain. Nilai tersebut harus dipertahankan sebagai bagian dari budaya luhur yang mampu memperkuat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia,” ujar Denni.

Denni berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat terus menanamkan semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menjaga budaya saling membantu dan bekerja bersama, ia optimistis masyarakat Indonesia akan tetap kuat, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai tantangan dimasa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....