Jadi Destinasi "Healing" Pesona Warung Bambu (Papringan)
- 04 Mei 2026 17:43 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Keunikan warung Papringan bukan hanya terletak pada lokasinya yang asri, tetapi juga pada konsep berkelanjutan dan tradisionalisme yang dikemas secara estetik.
Pengunjung tidak akan menemukan plastik sekali pakai di sini, semua makanan disajikan menggunakan daun pisang, tempurung kelapa, atau anyaman bambu.
Bagi Generasi Z yang haus akan konten visual sekaligus ruang untuk rehat sejenak (healing), warung Papringan menawarkan paket lengkap.
"Aku suka konsep zero waste-nya. Sebagai anak muda yang mulai peduli isu lingkungan, lihat warung yang nggak pakai plastik sama sekali itu keren. Makanannya juga otentik, banyak yang aku baru tahu namanya di sini. Rasanya kayak masuk ke lorong waktu tapi tetap terasa modern pengelolaannya," ujar Rizky, Content Creator pada program Spada Pro2 RRI Sibolga. Minggu, 3 Mei 2026.
Warung Papringan berhasil membuktikan tradisi lokal jika dikelola dengan sentuhan kreativitas dapat menjadi daya tarik global.
Selain kuliner, warung ini juga menampilkan kerajinan tangan lokal dan alunan musik tradisional yang menambah kental nuansa pedesaan.
"Vibes-nya tenang banget, suara gesekan daun bambunya bikin rileks. Cocok buat kabur sebentar dari hiruk pikuk kerjaan kantor yang serba cepat. Di sini semuanya terasa lambat dan tenang, bener-bener definisi sarapan yang berkualitas," lanjut Rizky.
Kehadiran anak-anak muda di warung ini menjadi sinyal positif bahwa pelestarian budaya dan ekonomi lokal dapat berjalan beriringan dengan tren gaya hidup masa kini.
Warung Papringan bukan sekadar tempat jual beli, melainkan ruang pertemuan antar generasi di bawah naungan rumpun bambu, rehat sejenak menikmati alam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....