Memanusiakan Manusia lewat Pendidikan Berkualitas

  • 02 Mei 2026 11:31 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan misi besar untuk memanusiakan manusia.

Mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua lapisan masyarakat kini menjadi fokus utama dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Kualitas pendidikan tidak lagi hanya diukur dari kemegahan gedung sekolah atau canggihnya fasilitas teknologi, melainkan dari sejauh mana sistem pendidikan mampu merangkul setiap individu dengan segala latar belakangnya.

Tantangan terbesar dalam dunia pendidikan saat ini kesenjangan akses dan metode pembelajaran yang seringkali diseragamkan. Padahal, setiap anak lahir dengan keunikan dan potensi yang berbeda-beda.

Prinsip "pendidikan untuk semua" menuntut adanya fleksibilitas dan empati dari para tenaga pendidik.

Astri, Guru di Tapanuli Tengah juga pengajar salah satu Kursus di kota Sibolga memahami dinamika ini.

Baginya, keberhasilan seorang guru tidak dilihat dari seberapa banyak murid yang mendapat nilai sempurna, melainkan dari seberapa besar perubahan karakter dan pemahaman yang dialami siswa.

"Setiap anak punya kecepatan belajar yang berbeda. Pendidikan yang bermutu adalah pendidikan yang tidak meninggalkan satu anak pun di belakang. Ketika kita melihat binar mata siswa yang mulai paham akan suatu konsep, di situlah kualitas pendidikan benar-benar teruji," tutur Astri di Program Spada Pro2 RRI Sibolga, tepat pada Peringatan Hari Pendidikan Nasional. Sabtu, 2 Mei 2026.

Mereka percaya pendidikan berkualitas adalah hak asasi, bukan hak istimewa (privilege) bagi mereka yang mampu secara ekonomi saja.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan terus berupaya melakukan transformasi melalui berbagai kebijakan kurikulum yang lebih adaptif. Namun, pada akhirnya, guru di kelaslah yang menjadi penentu apakah nilai-nilai kemanusiaan itu sampai ke hati para murid.

Menutup obrolan Astri berharap agar dukungan terhadap tenaga pendidik terus ditingkatkan, baik dari segi kompetensi maupun kesejahteraan.

"Guru adalah jantung dari perubahan pendidikan. Namun, jantung ini perlu dijaga agar tetap sehat dan kuat. Kami berharap dukungan terhadap guru tidak hanya berhenti pada tuntutan kompetensi yang tinggi, tetapi juga diiringi dengan peningkatan kesejahteraan yang layak. Jika guru sudah tenang secara ekonomi dan matang secara ilmu, energi yang diberikan ke siswa pun akan jauh lebih maksimal,"tutupnya.

Menurutnya, guru yang dihargai akan mampu memberikan energi positif yang lebih besar dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak.

Mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua memang sebuah perjalanan panjang. Namun, dengan semangat memanusiakan manusia, mimpi untuk melihat setiap anak Indonesia meraih potensi maksimalnya bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....