Emansipasi Tidak Melupakan Kodrat
- 21 Apr 2026 15:57 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga - Setiap 21 April selalu diperingati sebagai Hari Kartini. Sudah sepatutnya momen peringatan maupun perayaan Hari Kartini dijadikan waktu yang tepat untuk merefleksikan peran perempuan Indonesia di tengah perubahan zaman dan tidak menjadikannya sekadar momen seremonial semata.
Devi Halawa, aktivis perempuan pada Santai Siang Pro2 RRI Sibolga, Selasa, 21 April 2026 menyampaikan, pada masa ini, perempuan tidak boleh hanya sekadar menjadi penonton, tetapi harus menjadi aktor utama dalam berbagai bidang.
"Perempuan Indonesia saat ini memiliki peluang luas untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi, sehingga semangat Kartini tetap relevan sebagai inspirasi untuk memperkuat jati diri perempuan Indonesia," sebutnya.
Menurutnya perempuan Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Arus informasi yang begitu cepat menuntut perempuan Indonesia memiliki kemampuan memilah dan memilter setiap informasi yang beredar di dunia maya.
"Harus punya kemampuan memilah dan memilter, khususnya konten media sosial agar terhindar hindari pengaruh negatif," ujar Devi.
Dalam situasi ini kata Nadhira, penguatan jati diri menjadi penting agar perempuan tetap percaya diri, berprinsip, dan tidak mudah terombang-ambing oleh tren yang belum tentu sesuai dengan nilai budaya dan karakter bangsa.
"Hal seperti inilah yang diharapkan RA. Kartini, Perempuan Indonesia menjadi perempuan yang kuat dan tangguh," ucapnya.
Namun Nadhira juga berharap, kendati emansipasi itu sudah dibangun Raden Ajeng Kartini, perempuan Indonesia diharapkan untuk tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan yang memiliki tanggung jawab pada keluarga.
"Emansipasi bukan berarti semuanya harus sama dengan pria. Kita harus menyadari kodrat sebagai perempuan sepenuhnya, berperan ibu rumah tangga yang mengurus keluarga, anak dan suami," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....