Tradisi Mangalomang atau Malamang Sambut Lebaran

  • 18 Mar 2026 20:36 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga - Setiap daerah memiliki tradisi dalam menyambut datangnya hari kemengan atau hari raya idulfitri. Begitu pula dengan Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah juga memiliki tradisi dalam menyambut lebaran itu.

Abdul Halim Matondang, pemerhati budaya di Sibolga pada Santai Siang Pro2 RRI Sibolga, Selasa, 17 Maret 2026 mengatakan, salah satu tradisi yang selalu dilaksanakan oleh masyarakat di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menjelang hari raya, baik Hari Raya Idul Fitri, ialah Mangalomang atau Malamang.

Mangalomang atau malamang tak jauh dari satu jenis makanan yakini Lemang, yang warga Sibolga Tapanuli Tengah sering menyebutnya Lomang atau Lamang.

Lomang atau Lamang adalah jenis makanan tradisional yang berasal dari beras ketan yang dimasukkan ke dalam bambu disisipkan daun pisang, diberi santan kelapa lalu dibakar di atas api.

"Saat acara memasak itulah yang disebut Mangalomang atau Malamang," kata Abdul.

Menurutnya, proses memasak lemang itulah yang disebut Mangalomang atau Malamang. Dalam proses memasak ini biasa selalu dilakukan bersama-sama, tidak saja keluarga namun juga para tetangga memasak lemang bersama-sama.

"Jadi setiap Mangalomang atau Malamang ini selalu ramai. Bisa dibilang antara yang bertetangga semua berkumpul, bergembira dan semakin mempererat tali silaturahmi antara keluarga, tetangga masyarakat di suatu kampung," ujarnya.

Abdul juga menjelaskan tradisi Mangalomang atau Malamang sudah dilakukan turun temurun oleh masyarakat Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

"Dan ini dilakukan seharisebelum lebaran. Jadi dulu kalau mau tahu kapan jatuhnya idul Fitri, lihat saja masyarakat ramai masak lemang," tutup Abdul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....